DPRD Jabar Segera Tinjau Citarum Harum

Kabar DPRD Jabar

Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:46 WIB

191022174710-dprd-.jpg

Ginanjar Arif Pratama

DPRD Jawa Barat segera terjun ke lapangan tinjau sungai Citarum serta akan segera melakukan evalusi terkait program Citarum Harum. Ini terkait adanya laporan dari 11 komunitas Citarum yang melaporkan masih banyaknya permasalahan di lapangan.

Adapun beberapa masalah yang saat ini masih terjadi di Citarum yang dilaporkan dari 11 komunitas Citarum, seperti adanya sedimentasi, pembuangan limbah industri dan rumah tangga, Ipal Komunal serta beberapa masalah lain yang terjadi di hulu sungai Citarum berkaitan dengan reboisasi.

Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Imam Budi Hartono mengatakan, menerima laporan dari komunitas Citarum yang selama ini konses menangani Citarum secara swadaya. Kata dia, laporan masyarakat masih di terima oleh komunitas ini terkait berbagai permasalag yang terjadi padahal anggaran dari pusat cukup besar di gelontorkan untuk penata kelolaan sungai dengan program yang di sebut Citarum Harum.

"Dengan adanya laporan ini maka kami akan terjun langsung kelapanga seperti apa masalah yang terjadi, kita juga harus tahu bagaimana keseriusan pemerintah terhadap menanganan sungai Citarum ini," kata Imam, di Bandung, Selasa (22/10/2019).

Lebih lanjut Imam menjelaskan, masalah lain juga terjadi di hulu sungai Citarum yang pohon-pohon keras sudah ditebang, yang menyebabkan longsor di beberapa titik di kawasan dan itu menyebabkan kerusakan di bagian hulu.

"Artinya disini kita harus memikirkan bagaiman melakukan reboisasi, jangan sampai ketika melakukan penanaman pohon asal-asalan sehingga tanaman tidak tumbuh, ini kan membuang-buang anggaran," ucapnya.

Menurut Imam, agar tidak menjadi membuang-buang anggaran maka pemerintah harus merubah pola sistem pembayaran pohon untuk penanaman pohon, jika itu dilakukan oleh pihak ketiga maka bayar pohon tersebut sudah benar benar tumbuh.

"Sistem ini juga harus dipikirkan jangan di biarkan begitu saja, jangan sampai mebuang buang anggaran yang cukup besar dari APBN," ucapnya.

Kemudian menurut Imam, jika masih ada permasalahan di Citarum artinya ada ketidak keseriusan penangan, maka lebih baik membentuk lembaga baru yang memang hanya mengurusi saja Citarum, sedangkan sekarang lembaga terpadu yang didalamnya tergabung berbagai intansi pemprov Jawa Barat.

"Jika yang dilibatkan intansi maka akan tidak fokus, citarum ini harus fokus jadi lembaga yang tidak mengurusi hal lain hanya untuk Citarum saja," kata Imam.

Imam juga menuturkan, jika masih ada pelanggaran seperti pembuangan limbah rumah tangga sampai industri, disinyalari masih ada oknum yang menyalahkan gunakan kewenangan satgas ini. "Kami juga akan menelusuri adanya oknum yang bermain dalam penegakan secara hukum pelanggaran di Citarum," kata dia.

Adapun tuntutan yang menajdi dari komunitas Citarum selain laporan yang disampaikan, yang pertama DPRD provinsi Jawa Barat dituntun secepatnya melakukan pantauan langsung kelapangan, kedua bagaimana bisa mengatasi masalah-masalah yang dikeluhkan oleh warga. Dan ketiga berharap juga bisa dilibatkan karena mereka juga menjaga disana yang selama ini mengandalkan secara swadaya.

"Aspirasi ini kami akan tampung dan kemudian akan kami realisasikan secepatnya," tuturnya.

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA