DPRD Jabar Soroti Pendistribusian Smartphoen untuk Program Sapa Warga

Kabar DPRD Jabar

Selasa, 23 Juli 2019 | 18:32 WIB

190723183436-dprd-.jpg

DPRD Provinsi Jawa Barat soroti pendistribusian smartphone untuk program Sapa Warga untuk ketua RW, yang saat ini sedang berjalan ke sejumlah desa di Jawa Barat.

DPRD Provinsi Jawa Barat meminta agar inspektorat memantau program yang menjadi unggulan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pasalnya program tersebut harus hingga pemanfaatan yang efektif sebagai tolak ukur.

"Kita juga meminta inspektorat memantau secara langsung jadi dari penerimaan sampai nanti tolak ukurnya sejauh mana," ujar Ketua Komisi DPRD Jabar Syahrir, Selasa (23/7/2019).

Syahrir menyasampaikan, terkait efektivitas pengadaan ponsel di setiap RW itu harus dievaluasi bersama-sama bilamana program sudah berjalan. Nantinya akan terlihat apakah akan ada kemajuan yang ditujukan setiap daerah atau tidak.

Terutama dia sampaikan, program Sapa Warga ini harus memberi pengaruh mendorong suatu daerah menjadi lebih maju. Baik itu dari sektor kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

"Jadi yang kita lihat nanti apakah ada percepatan dari hal tersebut, itu nanti yang akan kita evaluasi," katanya.

Terlebih, lanjut Syahrir, fungsi pengadaan Smartphone tersebut guna melakukan percepatan sehingga setiap RW dapat secara langsung untuk memberikan laporan perkembangan daerahnya masing-masing.

"Tentunya yang bisa diakses oleh pemerintah provinsi secara langsung," imbuh Syahrir.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi mengatakan program pengadaan gadget atau gawai kepada pengurus RW tersebut memiliki tiga fungsi. Fungsi pertama sebagai layanan publik , fungsi kedua sebagai informasi dan fungsi yang ketiga sebagai pengaduan atau lapor.

"Yang sebagai layanan publik, di dalamnya nanti akan berisi konten tentang perizinan. Ada juga konten tentang E-Samsat, ada juga tentang berita info lelang dan sebagainya," jelasnya.

Adapun yang mengisi konten pada aplokasi Sapa Warga adalah berada di ranah Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat. Sementara pihaknya hanya memfasilitasi pengadaan smartphone melalui program bantuan keuangan desa.

"Tahun ini ada program bantuan keuangan ke desa yang ada untuk infrastruktur, ada untuk pembinaan aparatur desa dan ada untuk sapa warga," imbuhnya.

Dedi mengaku, besaran bantuan dana desa tahun ini berada di angka Rp127 juta per desa. Baik itu untuk pengembangan infrastruktur, pembinaan aparatur dan juga mengoptimalkan program Sapa Warga. Sedikitnya ada 5.312 Desa di Jabar yang bakal difasilitasi.

"Nah kalau pencairan itu yang bertahap dihitung dari kemarin. Pokonya sampai saat ini sudah ada merata sekitar di 1.397 gadget yang akan dibeli oleh desa desa-yang sudah mendapatkan bantuan keuangannya," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA