DPRD Jabar Apresiasi Operasi Ketupat Lodaya 2019

Kabar DPRD Jabar

Selasa, 28 Mei 2019 | 15:41 WIB

190528154237-dprd-.jpg

ist

KETUA Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE., M. I.Pol. mengapresiasi kesiapan Polda Jawa Barat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2019 yang bertempat di Jalan Diponegoro depan Gedung Sate Bandung, Selasa (28/5/2019). Selain itu, sinergisitas aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban harus selalu terjalin dengan baik.

Hal itu demi kenyamanan dan keamanan masyarakat Jawa Barat yang digunakan arus mudik dan arus balik.

“Tentu kami sangat mendukung adanya sinergitas TNI Polri dalam memberikan rasa aman terhadap masyarakat,” ujar Syahrir di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (28/5/2019).

Terlebih, lanjut politisi dari Partai Gerindra itu, personel aparat keamanan yang dikerahkan mencapai 100 ribu lebih yang disebar di beberapa titik strategis di wilayah Jawa Barat. Sehingga, pengamanannya dapat lebih maksimal dibandingkan dengan tahuntahun sebelumnya.

“Polda Jabar tentu sudah memetakan personilnya untuk ditempatkan dan mengamankan situasi selama operasi ini berlangsung,” katanya.

Kendati demikian, tambah dia, masyarakat pun diimbau untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama melaksanakan kegiatan dalam masa operasi Ketupat lodaya 2019.

“Terlebih masyarakatpun harus turut berperan dalam menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan selama operasi tahun 2019 ini,” ujarnya..

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi menyampaikan , untuk pengamanan arus mudik dan balik tahun ini memang memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi pengamanan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, operasi ketupat 2019 dilaksanakan berbarengan dengan penyelenggarakan Pemilu serentak 2019. Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang bakal dihadapi dalam penyelenggaraan operasi ketupat 2019 semakin kompleks.

Sejalan dengan hal tersebut, Rudi menyebut berbagai gangguan stabilitas terhadap kamtibnas berupa aksi serangan teror baik kepada masyarakat maupun kepada personel maupun markas Polri patut diantisipasi. Bahkan berbagai keresahan masyarakat seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, premanisme, intoleransi, hingga kekerasan tetap menjadi pontensi keresahan yang harus diantisipasi secara optimal.

"Saya dan panglima sudah mengecek. Pertama jalur yang akan digunakan mudik. Berikutnya kita akan cek yang kedua kali. Polda dan Mabes Polri juga menyiapkan helikopter, kalau ada yang sakit, atau darurat lainnya kita siapkan untuk evakuasi," ujarnya.

Operasi akan digelar di 2.488 pos pengamanan, 764 pos pelayanan, 174 pos terpadu, dan 12 lokasi cek poin sepeda motor. Adapun objek pengamanan operasi tahun ini berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR