Pemprov Jabar Sampaikan Tiga Raperda

Kabar DPRD Jabar

Senin, 27 Mei 2019 | 10:20 WIB

190527102059-pempr.jpg

ist

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Rabu (22/5/2019) lalu.

Raperda tersebut yaitu, Raperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Tahun 2019-2039, Raperda Penyelenggaraan Kesehatan, dan Raperda Pendidikan Keagamaan.

Ridwan Kamil dalam paparannya menyampaikan, RP3KP Daerah Provinsi Jawa Barat merupakan penjabaran sektoral dalam bidang perumahan dan kawasan permukiman berdasarkan arahan pola ruang perencanaan spasial (RTRW Provinsi) serta perencanaan pembangunan (RPJP Provinsi).

Ia menambahkan, RP3KP Daerah Provinsi Jawa Barat fokus pada strategi penyediaan perumahan.

“Mewujudkan wilayah yang berfungsi sebagai lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perkehidupan dan penghidupan yang terencana, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan,” paparnya.

Sementara mengenai Raperda Penyelenggara Kesehatan, Emil menyebutkan, hal tersebut merupakan bagian dari tanggungjawab Pemerintah Daerah Provinsi yang akan diwujudkan meliputi ketersediaan lingkungan fisik dan sosial yang sehat, ketersediaan fasilitas, sumberdaya, akses informasi edukasi dan pelayanan upaya kesehatan yang bermutu .

“Inilah yang kemudian akan dilakukan melaui inovasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, instansi terkait serta masyarakat,” katanya.

Sedangkan Raperda tentang Pendidikan Keagamaan, kata Emil, sesuai dalam rumusan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Jabar Juara Lahir Batin menempatkan pendidikan keagamaan sebagai komponen paling penting dan strategis.

Selain itu tujuan dari Raperda tersebut meliputi pendanaan, penguatan aspek kelembagaan, meningkatkan kapasitas SDM pendidik, meningkatkan kualitas peserta didik, dan profesionalitas serta akuntabilitas pengelolaan pendidikan keagamaan di Jawa Barat.

“Diharapkan terjalin sinergisitas yang optimal dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan keagamaan sesuai dengan kewenangannya masing-masing,” katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR