DPRD Jabar Dukung Pemprov Buat Perda Lansia

Kabar DPRD Jabar

Rabu, 6 Februari 2019 | 12:02 WIB

190206120337-dprd-.jpeg

ist

JAWA Barat belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang warga lanjut usia (Lansia). Selama ini penanganan Lansia diatur dalam Perda Kesehatan.

Untuk lebih memberikan perhatian dan menjamin pelayanan  yang lebih maksimal oleh pemerintah  terhadap warga Lansia, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan mengkaji Perencanaan Peraturan daerah (Perda) Lansia.

Langkah pemprov tersebut disambut baik oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari. Diakui Ineu, saat ini Jawa Barat belum mempunyai perda yang khusus mengatur tentang Lansia.

“Bukan berarti Pemprov dan DPRD belum pernah membahas tentang dukungan kepada Lansia. Selama ini perhatian terkait Lansia terdapat pada Perda Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan. Di perda ini ada pasal yang mengatur tentang lansia, serta balita,” kata Ineu baru-baru ini.

Menurut Ineu, akan lebih baik apabila ada perda khusus tentang Lansia. “Kalau ada perda khusus tentang lansia, itu lebih bagus. Seperti halnya perda tentang disabilitas yang sudah ada,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengkaji Perda tentang Lansia untuk menjamin pelayanan kepada Lansia.

"Tahun 2019 ini kita kaji (Perda), kalau berhasil nanti di 2020 ada pertolongan-pertolongan, salah satunya kita gratiskan pelayanan-pelayanan kepada lansia," katanya.

Menurutnya saat ini, usia harapan hidup di Jabar 72 tahun sedangkan persentase antara usia Lansia terhadap jumlah penduduk meningkat dari 7 persen menjadi hampir 10 persen. Masih banyak para Lansia yang masih produktif.  Meniru Pemerintah Provinsi Bali, Ridwan Kamil ingin para Lansia yang masih produktif ini dilibatkan dalam pembangunan daerah.

“Sedang kita atur, siapa saja yang masih ingin memberikan kebermanfaatan, apakah ikut mengawasi pembangunan, turun ke sekolah dan lainnya, karena itu kita harapkan dibuat Perda Lansia seperti di Bali,” katanya.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk lansia di Jabar pada 2017 sebesar 4,16 juta jiwa atau 8,67 persen dari total jumlah penduduk. Indeks pembangunan manusia sampai 2017 berada di angka 70,69. Sementara angka harapan hidup laki-laki 70,58 dan perempuan 74,42.

"Ini menjadi indikator bahwa lansia di Jabar dinilai berumur panjang, hidup sehat dan layak," ujar Ridwan Kamil.

Ketua LLI Jabar, Nu'man Abdul Hakim mengakui, pertambahan penduduk lansia di Jabar mengalami meningkat setiap tahun. Pada 2010 berada di angka 8,5 persen, 2011 menjadi 8,7 persen, 2012 naik ke 9 persen, 2013 (9,3 persen), 2014 (9,6 persen), 2015 (9,9 persen) dan 2018 (11 persen).

"Itu menunjukan bahwa jumlah lanjut usia jauh lebih besar ketimbang angka pertumbuhan," ujar Nu'man yang juga mantan Wakil Gubernur Jabar.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR