Terkendala Materi, DPRD Jabar Belum Bisa Lanjutkan Pembahasan RTRW

Kabar DPRD Jabar

Jumat, 18 Januari 2019 | 19:28 WIB

190118193740-terke.jpg

DPRD Provinsi Jawa Barat belum bisa menlanjutkan Pansus VII Pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Padahal pansus tersebut direncanakan rampung tahun ini.

Belum selesainya pansus tersebut karena ada kendala materi dari Bappeda Jawa Barat yang belum usai.

"Jadi teman-teman dari OPD pengusul dalam hal ini Bappeda sudah memberikan materi ke kita, tapi ternyata mereka masih belum selesai pembahasan dengan kabupaten/kota," kata Ketua Pansus VII DPRD Provinsi Jawa Barat Herlas Juniar, Jumat (18/1/2019).

Herlas mengatakan, Bappeda Jabar harus menyesuaikan rancangan pembangunan RTRW Provinsi Jawa Barat dengan kabupaten/kota, terutama terkait lahan pangan.

"Sehingga kita memang belum bisa menuntaskan dalam penyelesaian bulan ini," ucapnya.

Menurut Herlas, karena bersinggungan dengan pemetaan, maka pembahasan perda RTRW ini harus dilakukan secara hati-hati. Menurut Herlas, Bappeda Jabar pun tidak mungkin menyerahkan materi yang belum sinergi dengan kabupaten kota kepada Pansus VII DPRD Provinsi Jawa Barat.

"Jadi aspek kehati-hatian dari kita juga, yang kedua memang materinya belum siap," ucapnya.

Herlas menuturkan, Pemprov Jabar juga harus mengakomodasi kebijakan strategis gubernur Ridwan Kamil sebagai pemimpin yang baru. Karena itu terdapat perubahan dalam perencaan pembangunan.

Sedangkan Bappeda Jabar, lanjut Herlas,  masih harus menyesuaikan peta pembangunan terhadap proyek strategis nasional di Jawa Barat. Misalnya pada Bandara Cikembar, Sukabumi yang sebelumnya belum masuk dalam RTRW Jawa Barat. Karena itu baru akan dimasukan dalam RTRW saat ini.

"Kita juga masih  mendalami itu, karena ternyata dari kementerian ATR juga belum keluar rekomendasi," katanya.

Masalahnya, kata Herlas rancangan RTRW ini pun sangat ditunggu, khususnya sebagai pendukung dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar. Di mana ditargetkan tuntas pada Maret 2019 ini.

"Kita sih insya allah pengen mempercepat juga, tapi tergantung dari kesiapan pihak eksekutif sendiri," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR