Pemkot Bakal Manfaatkan Sampah Organik Pasar Jadi Energi Biodigester

Kabar Balai Kota Bandung

Rabu, 17 Juli 2019 | 05:41 WIB

190717054426-pemko.jpg

Bagian Humas Setda Kota Bandung

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Australia melalui Australian Alumni Grant Scheme, The Lodge Foundation, serta Himpunan Mahasiawa Prodi Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), berencana mengembangkan biodigester di sejumlah Pasar di Kota Bandung. Pasar di Kota Bandung memiliki potensi sampah organik yang cukup besar sebagai energi ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi biodigester.

"Pemkot Kota Bandung tertarik terutama masalah pengelolaan sampah, Pasar memiliki potensi sampah organik yang bisa kita manfaatkan," ungkap Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau rumah peternak sapi tempat pilot project Teknologi biodigister di Kampung Sukamulya, RT 03/02, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/7/2019).

Yana mengatakan, jika tekonologi biodigester memasyarakat maka akan besar manfaatnya untuk Kota Bandung. Warga akan ikut merasakan manfaat dari tekonologi tersebut.

"Jika ini sudah berjalan tentunya masyarakat yang akan merasakan manfaatnya seperti penerangan yang ramah lingkungan dan hal lainnya. Ke depannya kita akan sesegera mungkin mencari pasar yang potensial untuk dijadikan pilot Project," tutur Yana dalam rilis yang diterima galamedianews.

Sementara itu, Kepala Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Unpar, Jenny Novianti Muliarahayu Soetedjo mengatakan, Kota Bandung memiliki Potensi sampah Organik yang potensial.

"10 Ton sampah organik yang telah dipilih itu dapat menjadi energi potensial. Pasar menjadi salah satu penghasil sampah organik yang cukup besar. Jika ini dimanfaatkan dengan teknologi biodigester tentunya akan menghasilkan dampak yang bermanfaat bagi masyarakat," terangnya.

Perlu diketahui, teknologi biodigister bisa menghasilkan energi biogas dengan memanfaatkan kotoran sapi atau sampah organik yang diproduksi melalui proses fermentasi anaerobik. Ini menjadi alternatif solusi kebutuhan energi bagi masyarakat antara lain listrik dan gas. Teknologi ini sinergis dengan Program Pemkot Bandung, Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman).

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA