Untuk Minimalisir Kemacetan di Bandung, Ini yang Dibutuhkan

Kabar Balai Kota Bandung

Rabu, 2 Januari 2019 | 18:48 WIB

190102184920-untuk.jpg

Rio Ryzki Batee

SALAH satu pembangunan proyek yang akan membantu dalam meminimalisir kemacetan di Kota Bandung, yakni jalan tol dalam kota akan dibiayai oleh swasta. Dengan demikian pembangunannya tidak akan membebani APBD Kota Bandung.

"Dana tersebut bersumber dari dua, bisa dari equity ataupun loan. Dua-duanya bisa kita penuhi," ungkap Wakil Pimpinan Proyek PT CMLJ (Citra Marga Lintas Jabar), Tri Agus pada rapat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (2/1/2018).

Menurutnya, selain tidak akan membebani APBD Kota Bandung, pembangunan proyek tersebut juga tak akan menghilangkan zona hijau di Kota Bandung.

Dikatakannya, jalan tol dalam kota tersebut dibangun sepanjang 14,3 km dari Tol Pasirkoja hingga Jalan Surapati, tepatnya di sekitar kawasan Pusdai. Jalur tersebut dirancang agar mampu mengurai kemacetan di area selatan dan utara Bandung.

"Dipastikan pembangunan tol dalam kota tidak akan banyak memakan lahan baru. Jalur tol akan dibangun melayang di atas jalan yang sudah ada. Sehingga akan tetap mempertahankan kehijauan kota dengan mempertimbangkan sirkulasi udara dan cahaya di area bawah tol," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, proses pembangunan tol dalam kota ini masih dalam tahap kajian. Oleh karena itu, Ia meminta PT. CMLJ bisa mengajinya secara holistik, mulai dari aspek ekonomi, transportasi, pembiayaan, hingga aspek sosial.

"Hal tersebut penting untuk memastikan proyek tersebut memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk warga," katanya.

Mang Oded menuturkan, pembangunan proyek tersebut akan berlangsung selama dua tahun. Namun, Pemkot Bandaung dan PT. CMLJ masih menunggu berbagai proses awal selesai, termasuk penetapan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di tingkat provinsi maupun kota.

"Ini program tol dalam kota kerja sama dengan Pemprov Jabar karena memang jalan milik provinsi. Ada pun Kota Bandung mudah-mudahan bisa mendapatkan manfaatnya dengan kehadiran tol ini," terangnya.

Ia menambahkan, proyek yang diperkirakan rampung pada 2021 ini akan terintegrasi dengan pembangunan lainnya, seperti Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR). Tol BIUTR  yang akan dibangun dari Pasteur hingga ke timur Bandung dan bertemu dengan KM 149 di Gedebage.

Proyek ini juga akan bersinggungan dengan pembangunan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Oleh karenanya, perencanaan antarpihak harus matang.

"Mungkin sekarang dimulai dari sini dulu. Kalau dikatakan butuh atau tidak butuh, nanti kan kita membangun tol ini terkoneksi. Kan perlu waktu. Yang Terpenting, Kota Bandung bisa dapat manfaatnya," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR