181108181407-sambu.jpg

Bagian Humas Setda Kota Bandung

Sambut HKN, Dinkes Kota Bandung Tingkatkan Pelayanan Laboratorium di Puskesmas

Kabar Balai Kota Bandung

Kamis, 8 November 2018 | 18:13 WIB

Wartawan:

MENTERI Perncanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan, jumlah lapangan kerja Indonesia pada 2018 telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yakni meningkat 2,99 juta dibandingkan 2017.

"Dalam rentang 2015-2018, kita (pemerintah) telah berhasil menciptakan 9,38 juta lapangan kerja. Secara absolut, jumlah pengangguran juga turun sebesar 40.000 orang, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) telah berhasil diturunkan menjadi 5,34% tahun ini," ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dia menjelaskan, jika pertumbuhan ekonomi mencapai target RKP 2019 sebesar 5,2-5,6%, TPTdapat diturunkan menjadi 4,8-5,2% pada 2019.

"Penurunan ini dapat dicapai dengan penciptaan kesempatan kerja sebanyak 2,6-2,9 juta orang dan lapangan kerja formal di sektor bernilai tinggi dapat menyerap angkatan kerja berpendidikan SMA ke atas," jelasnya.

Dia menambahkan, berdasarkan wilayah, pengangguran terendah pada 2018 adalah Provinsi Bali sebesar 1,37%, Nusa Tenggara Timur 3,01%, dan Sulawesi Barat 3,16%. Sementara itu, pengangguran tertinggi pada 2018 adalah Banten 8,52%, Jawa Barat 8,17 %, dan Maluku 7,27%.

"Dibandingkan setahun yang lalu, TPT di perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,34 poin, sedangkan TPT perdesaan meningkat sebesar 0,03 poin. Kondisi ini dipengaruhi oleh jumlah pekerja di sektor pertanian yang menyusut," ungkapnya.

Dia menuturkan, para pekerja di desa yang keluar dari sektor pertanian namun belum memperoleh pekerjaan baru menjadi beban pengangguran di perdesaan. Provinsi dengan TPT Tertinggi adalah Banten, Maluku, dan Jawa Barat. TPT Banten menurun dari 9,28% menjadi 8,52%.

"Ekonomi Banten Triwulan III tumbuh 5,89% dengan kontribusi sektor industri manufaktur yangbesar. Sektor ini menarik banyak pendatang dengan keterampilan tidak sesuai kebutuhan industri. Kendala lain yang dihadap Banten adalah tingginya upah minimum," tuturnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR