Mualaf Berkat Surat Al-Baqarah

Cuitan Rasisnya Picu Kemarahan Muslim dan Non-Muslim, Sinead O'Connor Minta Maaf

Hiburan

Senin, 9 September 2019 | 11:46 WIB

190909114518-muala.jpg

dailymail

Penyanyi Irlandia yang belum lama ini menjadi mualaf, Sinead O'Connor kembali tampil di publik. Tak hanya untuk membawakan hits yang melambungkan namanya Nothing Compares 2 U, vokalis yang juga pencipta lagu berusia 52 tahun itu meminta maaf gara-gara postingannya tak lama setelah memeluk agama barunya Islam.

Dikutip dari DailyMail kemarin, Sinead yang dulu plontos  diwawancara tayangan RTE's The Late Late Show dengan penampilan baru. Kali ini ia memilih terusan abaya merah dengan kerudung senada yang menutupi bagian dada. Tampilan syar’i Sinead ini membuatnya penggemarnya pangling.

My apology.

Ikonik.

Now and forever.

Tayang awal pekan ini, Sinead meminta maaf atas postingannya yang dinilai rasis. Memiliki nama baru Shuhada Davitt, ia menyebut cuitannya itu diposting saat dirinya dalam kondisi  tidak baik dan diliputi kemarahan. Dalam cuitan dimaksud ia menyebut dirinya tak akan lagi bergaul dengan orang kulit putih yang disebutnya memuakkan.

Cuitannya ini memicu kritik pedas dari komunitas muslim maupun nonmuslim karena dianggap sarat prasangka dan rasis. Intinya sama sekali tidak mewakili nilai-nilai kemanusiaan dan kebaikan universal. Namun semalam ia meminta maaf dan mengakui cuitannya itu bukan sebuah kebenaran.

“Aku sangat menyesal. Aku melontarkan komentar rasis yang tak pernah kusadari bisa datang dariku. Apa yang kuposting itu tak bisa dibenarkan, dulu atau kapan pun,” katanya. Sinead menambahkan, kemarahannya kala itu dipicu Islamofobia yang diarahkan padanya.

Mualaf sejak tahun lalu.

Selain itu di tayangan yang sama Sinead memaparkan pengalaman religiusnya dengan lebih detail. Di antaranya keyakinannya memeluk Islam setelah membaca Surat Al-Baqarah. “Aku membaca surat kedua Alquran dan aku merasa menemukan rumahku dan kusadari selama hidupku sejatinya aku seorang muslim,” ujarnya.

Sinead yang resmi memeluk Islam Oktober tahun lalu sebelumnya aktif sebagai pendeta Catholic Tridentine. Selain keyakinan baru, ibu empat anak itu juga mengumumkan nama barunya, Shuhada Davitt. “Keputusan ini merupakan kesimpulan alami dari perjalanan teologi mana pun. Semua kitab suci kembali bermuara pada Islam,” ujarnya kala itu.

Terkesan dengan surat Albaqarah.

Shaun, anak laki-laki Sinead yang ikut membawakan outfit sang ibu.

Then.. (bllbrd)

Ia juga menyebut jilbab pertama didaparnya dari temannya Elaine. Pertama kali mengenakannya Sinead mengaku sangat tergetar. Sebelumnya kegagalan pernikahan dan perjuangannya dengan mental ilness membuatnya mengaku ingin bunuh diri di usia 33 tahun. Vonis bipolar tahun 2007 juga membuatnya direhab bebarapa kali. Namun sejak tahun lalu setelah memeluk Islam, Sinead yang lebih banyak tinggal di Amerika Serikat mengaku lebih stabil.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA