Super Music.ID-Sampurastun III tahun 2019

Larut dalam Suasana "Nyetun"

Hiburan

Jumat, 23 Agustus 2019 | 21:15 WIB

190823210816-larut.jpg

Band Bandung All Star saat tampil pada acara Sampurastun III/2019 di Gedung Ex Pabrik Tekstil PT. BTN, Jl. A. H. Nasution,Cicaheum, Kota Bandung, Jumat (23/8/2019) malam.




SEJUMLAH musisi yang tampil dalam acara Sampurastun tahun 2019 berhasil menggiring para pecinta musik 'The Rolling Stone' (Stone Lover) ke masa kejayaan Mick Jagger cs. Para musisi tersebut bergantian menyanyikan lagu milik band sekaligus legenda hidup asal Inggris tersebut.

Acara yang di gelar di Gedung Ex Pabrik Tekstil PT. BTN, Jl. A. H. Nasution,Cicaheum, Kota Bandung, Jumat (23/8/2019) merupakan yang ketiga kalinya dihelat oleh Super Music.ID.

Selain menampilkan hits-hits dari 'The Rolling Stone' seperti Honky Tong Women. Para bintang tamu pun turut menampilkan kostum serta gaya yang nyentrik khas sang vokalis Mick Jagger. Tidak jarang para 'Stone Lover' yang terbawa suasana ikut bergoyang dan mengikuti irama musik Rock era 60-an tersebut.

Bintang tamu yang meramaikan acara Sampurastun jilid ke-3 2019 salah satunya adalah Bandung All Star. Band tersebut dilengkapi oleh Budi Dalton, Hari Pochang, Budi Arab, Belle Dalton, Inkmary, Gebeg, Trisno, Maggy /rif, dan Gangan. Sedangkan bintang tamu lainya yakni, DJ. Duddy, De Dalstone, Star Setun, Setun Nyatu,serta MC Soni Bebek dan Hani.

Perwakilan Super Music.ID, Tries Pondang, menuturkan bahwa mereka hadir untuk mensupport komunitas pecinta 'The Rolling Stone', dan kegiatan ini sekaligus merupaka ajang silaturahmi para Stone Lover di Kota Bandung dan sekitarnya.

"Kegiatan hari ini, Super Music hadir untuk mensupport kegiatan dari komunitas pecinta The Rolling Stone, dan ini merupakan yang ketiga kalinya kami mengadakan kegiatan, bukan sekedar musik saja tetapi juga ajanhsilaturahmi antara pecinta musik dari The Rolling Stone," katanya di sela acara.

Lanjut dia, pada gelaran Sampurastun 2019 di isi oleh 8 band, pihaknya pun telah mengusung tema yang berbeda dari sebelumnya yakni 'Dance With Wolves', dimana tema tersebut diharapkan bisa mengajak para pecinta Rolling Stone disetiap generasinya

"Sampurastun tahun pertama, kedua dan ketiga yang pasti ada perbedaan tema, tahun ini temanya, Dance With Wolves. Oni diharapkan ada yang 60an dan 70an sesuai dengan jamannya," jelasnya.

Menilai musik The Rolling Stone di jaman sekarang, menurutnya gendere musik tersebut dinilai cukup abadi. terutama di Kota Bandung. Karena tidak hanya dinikmati oleh generasi 70an saja namun juga oleh kaum milenial.

"Mungkin teman-teman tadi lihat sendiri, untuk pecinta Rolling Stone ini bukan hanya usia 40 ke atas saja tapi anak-anak milenialnya juga banyak yang menikmati musik The Rolling Stone, dan selain abadi juga legendaris," katanya.

Membahas mengenai lomba mirip Mick Jegger, hal tersebut merupakan sebuah gimik yang diciptakan pada acara Sampurastun tahun 2019. "Itu dari teman-teman Jetu dimana ada kompetisi lomba mirip atribut Rolling Stone dan ini baru dilaksanakan tahun ini," jelasnya.

Melalui Super Music.ID pihaknya mengaku akan terus konsisten mensupport kegiatan yang di lakukan oleh 'Stone Lover'. Pasalnya kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan Super Music.ID yang selalu konsisten mendukung kreasi-kreasi para pecinta dari komunitas 'The Rolling Stone'.

"Selama ini Super Music. ID selalu mengapreaiasi teman-teman yang punya kreasi tinggi, selama Sampurastun berfikir sama dengan kami, kami akan terus konsisten mensupport kegiatan ini," tandasnya.

Sedangkan penggagas Sampurastun, Budi Dalton, menuturkan bahwa acara ini hadir untuk mengisi kerinduan para pecinta lagu The Rolling Stone yang dulunya telah dipersatukan melalui program-program radio era 1970-an.

"Sejak era digital berkembang, ada yang hilang dari budaya Stones Lover di Kota Bandung yang dulu dipersatukan oleh program-program radio pada era 1970-an hingga 1990-an dimana pada masa itu banyak radio seperti Volvo, Bongkeng, Mara, GMR, dan lainnya memiliki program-program khusus untuk pencinta The Rolling Stones, dan disana menjadi ajang silaturahmi," jelasnya.

Maka dari itu, ia bersama Super Music.ID hadir untuk mengisi keriduan para 'Stone Lover' khususnya di Kota Bandung. "Sampurastun hadir demi mengisi kehilangan tersebut, yakni menjadi ajang silaturahmi bagi Stones Lover di Bandung dan sekitarnya,” ucap Budi Dalton bersama Jetu Network Indonesia.

Lanjut Budi acara Sampurastun 2019 telah dikemas berbeda dari sebelumnya, pasalnya, selain menampilkan musisi-musisi terbaik tanah air, ia juga turut menampilkan para personel gabungan dari semua daerah di Jawa Barat. ini merupakan hasil kurasi yang sangat panjang. Lantaran banyak band-band yang ingin terlibat ada acara ini.

“Musisi yang tampil semua baik, bahkan sebelumnya kita bingung mengakomodir mereka, kita sampai di lima titik dulu agar semua terakomodir, maka ada seperti tadi 'Stun Nyatu', gabungan dari timur utara dan selatan dan vokalisnya dari enam group band, padahal ada ratusan yang sangat layak tampil,” katanya Bersama Jetu Network Indonesia.

Sebelum tampil bersama Bandung All Star, Budi juga turut mengisi acara Ngobras (Ngobrol Bareng Stoners). Disana ia menjawab dan menceritakan bagaimana perkembangan komunitas pecinta Rolling Stone dari tahun ke tahun serta band Rolling Stone itu sendiri.

Menyingung rencana kedepan, pihaknya mengaku akan berusaha menghadirkan tokoh-tokoh pecinta group rolling stone terdahulu seperti di Sampurastune jilid awal. "Kembali lagi ke Jilid awal, itu yang kita tampilkan disitu 'Black and Blue', itu Kaka Slank yang dulunya mereka membawakan lagu-lagu Rolling Stone, termasuk di jilid kedua, justru sekarang kita memfasilitasi teman-teman untuk bisa bermain lagi," pungkasnya.(h.ss-adv/ferdy/gm)

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA