Jaringan Narkotika Internasional Berhasil Diungkap Polda Jabar dan KPPBC

Halo Polisi

Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:55 WIB

191023105703-jarin.jpg

Remy Suryadie

SATUAN Reserse Narkoba Polrestabes Bandung bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya A Bandung berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional, dengan barang bukti 12,2 kilogram narkotika jenis sabu.

Dari pengungkapan ini, dua orang yang diamankan petugas, di antaranya berinisial MT (23) dan IA (40). Keduanya diketahui warga Kota Depok.

Pengungkapan ini berawal dari adanya temuan narkotika di Bandara Husein Sastranegara, pada 12 Oktober 2019, lalu. Kemudian petugas bandara melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian beserta satu orang pelaku berinisial MT.

MT pun menjalani pemeriksaan di Satnarkoba Polrestabes Bandung. Setelah nendapat keterangan, dipimpin langsung Kasat Narkoba AKBP Irfan Nurmansyah, pihak kepolisian melakukan pengembangan ke wilayah Jakarta.

"Di Jakarta kita amankan satu pelaku lainnya, yang berinisial IA," ujar Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriady di Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (23/10/2019).

MT merupakan pengemudi ojeg online sedangkan IA merupakan seorang ibu rumah tangga. Dari keduanya diketahui, sabu belasan kilogram tersebut didapatnya dari seorang WNA (Warga Negara Asing) asal Nigeria yang berinisial S.

"Sabu itu milik WNA asal Nigeria yang diketahui berinisial S (DPO). Keduanya diminta DPO ini, untuk membawa koper milik S ke bandara dengan alibi berisi baju bermerek dari Kamboja ke Filipina dengan diberi upah USD 1000 atau Rp 14 juta," katanya.

Polisi sempat mencari keberadaan S dengan mengirimi pesan agar membawa sabu 12,2 kg itu ke tempat tinggal tersangka di Kota Depok pada 20 Oktober. Namun saat ini, S masih dalam status buron.

Dalam pengungkapan ini polisi menerapkan kepada kedua tersangka dengan Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 dan atau Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Narkotika.

"Ancaman hukuman maksimal pidana mati, paling rendah 20 tahun penjara dan 5 tahun," kata Kapolda.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA