Bermula dari Facebook, Polres Garut Ciduk Komplotan Sindikat Curanmor

Halo Polisi

Kamis, 10 Oktober 2019 | 21:53 WIB

191010215733-bermu.jpg

Agus Somantri

-Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah, didampingi Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kamis (10/10/2019).

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut menciduk empat orang yang diduga merupakan komplotan sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini kerap beroperasi di wilayah hukum Polres Garut.

Kapolres garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah, mengatakan, keempat orang yang berhasil diamankan tersebut masing-masing berinisial HD, DN, ID, dan IR. Menurutnya, terungkapnya kasus tersebut berkat media sosial (medsos) facebook, dimana salah seorang tersangka menawarkan untuk menjual motor hasil curiannya.

“Mereka ini satu kelompok atau sindikat pencuri kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Garut,” ujarnya di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Kamis (10/10/2019).

Menurut Dede, pengungkapan kasus tersebut berawal saat pihaknya melakukan patroli di media sosial dan menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan terkait penjualan kendaraan roda dua (sepeda motor). Setelah ditelusuri, terangnya, ternyata sepeda motor yang akan dijual tersebut sangat mirip dengan milik salah seorang korban pencurian atas nama Muhamad Aji Juliantana.

"Sebelumnya, kita memang menerima laporan dari korban atas nama Muhamad Aji Juliantana yang mengaku telah kehilangan sepeda motornya di wilayah hukum Polsek Tarogong Kidul," ucapnya.

Dede menyebutkan, karena merasa curiga motor yang akan dijual di media sosial itu sama persis dengan punya korban yang hilang, pihaknya pun langsung melakukan penelusuran sehingga akhirnya berhasil menangkap salah seorang tersangka berinisial ID.

"ID ini kemudian diketahui sebagai penadah motor hasil curian,” katanya.

Dede menuturkan, setelah mengamankan tersangka ID, pihaknya pun kemudian melakukan pengembangan kasus tersebut, hingga akhirnya jajaran Satreskrim Polres Garut berhasil menangkap tiga orang tersangka lainnya, yaitu HD yang berperan sebagai pemetik, DN sebagai Joki, dan IR yang menjual motor hasil curian kepada ID.

"Kita juga menemukan tiga kendaraan roda dua lainnya yang merupakan hasil aksi pencurian di luar Garut, yaitu di wilayah Bandung,” katanya.

Atas perbuatan yang telah dilakukannya, terang Dede, para tersangka dijerat dengan pasal 363, 480, dan 481 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun.

"Hukumannya di atas 5 tahun penjara," ucapnya.

Dede pun mengimbau kepada warga agar berhati-hati dengan aktivitas jual beli kendaraan di media sosial. Karena menurutnya, bisa saja kendaraan yang akan dijual merupakan hasil pencurian.

“Memang tidak semua, tetapi tetap harus hati-hati. Pastikan dulu apakah nomor rangka dan mesin kendaraannya sesuai atau tidak dengan yang ada di surat-surat," katanya.

Dede menambahkan, jika ada yang menemukan ada yang hendak menjual kendaraan namun mencurigakan, maka langsung saja laporkan kepada pihak kepolisian.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA