Empat Pelaku Pemerkosaan di Bawah Umur Ditetapkan Sebagai Tersangka

Halo Polisi

Kamis, 3 Oktober 2019 | 20:09 WIB

191003225434-empat.jpg

ist

EMPAT dari enam orang yang diamankan Polres Garut karena diduga telah melakukan perkosaan kepada perempuan yang masih dibawah umur di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah, melalui Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan, keempat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut masing-masing berinisial UJ (41), IL (18), MU (21), dan BA. Tersangka BA merupakan pelaku yang masih di bawah umur.

"Kemarin yang kita amankan ada enam orang, tiga orang dewasa dan tiga orang anak. Yang dewasa jadi tersangka semua. Untuk anak dibawah umur hanya BA Saja. Yang dua lagi tidak ikut menyetubuhi, tapi ada di lokasi," ujarnya, Kamis (3/10/2019).

Menurut Maradona, penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya memeriksa sejumlah saksi dan meminta keterangan dari korban. Selain korban berinisial ES, terdapat dua orang perempuan yang juga masih dibawah umur berada di lokasi pada saat kejadian.

"Jadi saat itu anak perempuannya ada tiga. Tapi yang jadi korban hanya satu. Intinya anak dibawah umur, tiga laki-laki dan tiga perempuan, ada yang minum dan tidak. Tapi pelaku (BA) minum," ucapnya.

Maradona menyebutkan, berdasarkan keterangan korban, ia dipaksa untuk menenggak minuman keras oleh para pelaku, meskipun para pelaku membantah telah memaksa korban untuk minum.

"Itu sudah direncanakan. TKP kan rumah kosong. Kalau ada tiga dewasa dan anak di bawah umur itu kan tidak mungkin tanpa janjian," katanya.

Maradona menuturkan, saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Garut. Pihaknya pun terus melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Garut mengamankan enam orang warga Kecamatan Cisompet karena diduga telah menyetubuhi anak dibawah umur secara bergiliran. Tiga dari enam orang yang diamankan tersebut masih berusia dibawah umur.

Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah, melalui Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan kejadian tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut terjadi pada Senin (30/9/2019) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.

"Korbannya berinisial ES. Diduga disetubuhi secara bergiliran di sebuah rumah kosong di kawasan Kecamatan Cisompet," ujarnya.

Maradona menuturkan, kronologis peristiwa tersebut berawal saat korban diajak pergi oleh SJ dan A untuk bertemu UJ, IL, MU, dan BA. Setelah itu, diduga mereka bersama-sama minum-minuman keras jenis anggur merah sampai mabuk.

"Dalam keadaan mabuk ini, diduga korban disetubuhi oleh para pelaku secara bergiliran," katanya .

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA