Pelanggar Lalu Lintas di Wilayah Hukum Cimahi Meningkat

Halo Polisi

Jumat, 13 September 2019 | 17:40 WIB

190913174209-pelan.jpg

Ginanjar Arif Pratama

JUMLAH pelanggar lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2019 di wilayah hukum Polres Cimahi mengalami peningkatan sekitar 189 persen dibanding tahun sebelumnya. Pelanggar didominasi oleh pelajar dan swasta. Operasi Patuh Lodaya 2019 sendiri berlangsung selama dua pekan, mulai 29 Agustus sampai 11 September 2019

"Polres Cimahi sudah melaksanakan Operasi Patuh selama 14 hari, berakhir kemarin tanggal 11 September. Hasil penindakan selama berlangsungnya Operasi Patuh, angka pelanggaran pada tahun 2018 itu hanya 4 ribu pelanggar yang terjaring di jalur utama, untuk tahun ini ada peningkatan sampai 189 persen, naik jumlah pelanggaranya," ungkap Kasat Lantas Polres Cimahi, AKP Suharto di Mapolres Cimahi Jln. Amir Mahmud, Jumat (13/9).

Pada Operasi Patuh Lodaya 2019 ini, kata Suharto, pihaknya secara pro aktif rata di seluruh jajaran Polres Cimahi sampai ke Polsek-polsek melaksanakannya, karena pelanggaran lalu lintas itu bukan hanya terjadi di jalan alteri utama, seperti jalan nasional dan povinsi tapi juga masuk ke jalan kota.

"Sehingga seluruh lapisan masyarakat itu betul-betul taat pada aturan lalu lintas, maka dari itu angka pelanggar naik untuk di polres cimahi," ujarnga.

Selain jumlah pelanggar yang meningkat, angka kecelakaan lalu lintas juga naik, di tahun 2018 hanya 1 kejadian, sementara di 2019 ada 3 kejadian, naik 2 kejadian. "Korban meninggal dunia sama, di tahun 2018 dan tahun 2019 ada 1 orang meninggal dunia. Luka ringan lebih banyak," katanya.

Sementara dari aspek usia, sambung Suharto, pelanggar kebanyakan di usia 17 sampai 30 tahun, dan dari aspek pekerjaan didominasi pelajar dan swasta.

"Di wilayah cimahi kita tidak menemukan kasus pidana selama berlangsungnya operasi patuh, hanya pelanggar lalu lintas saja," ujar Suharto.

Tingginya jumlah pelanggar selama Operasi Patuh Lodaya 2019, pihaknya akan meningkatkan kegiatan preentif.

"Karena kegiatan ini untuk mewujudkan atau meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, maka untuk kegiatan preentif akan kita tingkatkan," terangnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA