Spesialis Pembobol Minimarket Diringkus Polsek Ciwidey

Halo Polisi

Senin, 19 Agustus 2019 | 13:57 WIB

190819135750-spesi.jpg

Engkos Kosasih

MAR alias Bobi, spesialis pelaku pencurian minimarket dengan sasaran rokok berbagai jenis berhasil diringkus jajaran Unit Reskrim Polsek Ciwidey Polres Bandung, Senin (19/8/2019).

Tersangka Bobi pun digelandang ke Mapolres Bandung Jalan Bhayangkara Kabupaten Bandung dalam gelar perkara kasus pencurian tersebut. Berikut barang bukti 1.147 bungkus rokok berbagai jenis dan merek, selain satu unit sepeda motor Honda Beat Nopol Z 2858 CZ.

Pakaian berupa kemeja, celana, jaket, helm dan sepasang sepatu yang sempat digunakan tersangka Bobi saat melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di Kampung Simpang Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung pada 15 Agustus 2019 pukul 23.00 WIB, turut dijadikan barang bukti pada perkara pencurian tersebut.

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengungkapkan, jajaran Unit Reskrim Polsek Ciwidey itu berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di dalam gudang minimarket di Kampung Simpang itu kurang dari 24 jam.

"Dalam melakukan aksi pencurian 1.147 bungkus rokok berbagai merek itu, dengan cara tersangka inisial MAR alias Bobi ini masuk ke dalam gudang minimarket tersebut," kata Indra didampingi Kapolsek Ciwidey AKP Ivan Taufiq kepada wartawan di Mapolres Bandung.

Sebelum masuk ke dalam gudang minimarket, imbuh Indra, tersangka Bobi lewat belakang bangunan SDN Simpang-Panundaan.

"Kemudian tersangka memanjat bangunan dan membongkar atap bangunan yang terbuat dari seng baja ringan dengan menggunakan gunting seng. Kemudian tersangka menjebol atap enternit, dan masuk ke dalam gudang. Tak hanya itu, tersangka menjebol dinding terbuat dari GRC untuk masuk ke toko minimarket dan mengambil rokok berbagai merek," papar Kapolres.

Menurut Indra, rokok tersebut dimasukkan ke dalam tiga dus, kemudian dinaikkan ke atas motor yang digunakan tersangka Bobi.

"Saat melakukan pencurian, aksi tersangka ketahuan oleh masyarakat. Tersangka melarikan diri dan pulang ke rumahnya, sementara rokok yang sempat dicurinya ditinggal di lokasi. Berikut sepeda motornya ditinggal di lokasi kejadian," katanya.

Melihat sepeda motor ditinggal pelaku, kata Indra, Polsek Ciwidey melakukan identifikasi kepemilikan motor tersebut dan diketahui pemiliknya warga Kabupaten Sumedang.

"Saat dikejar ke sana (Sumedang), yang bersangkutan (tersangka) ada di rumahnya," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, kata Kapolres Bandung, tersangka mengaku sudah melakukan aksi pencurian serupa di 12 TKP yang tersebar di Kabupaten Bandung, Cimahi, Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.

"Di Cimahi paling banyak TKP-nya, yaitu 8 kali melakukan pencurian," katanya.

Lebih lanjut Indra menuturkan, barang yang dicuri pelaku tersebut belum sempat dijual. "Pasalnya, baru keluar dari TKP, begitu ketahuan masyarakat langsung melarikan diri," katanya.

Saat berada dalam pelarian di wilayah Polres Sumedang dan belum sampai ke rumah pascamelakukan pencurian, kata Indra, tersangka sempat membuat laporan palsu ke Polsek Pamulihan Polres Sumedang.

"Dalam laporannya itu, seolah-olah tersangka menjadi korban pencurian motor. Alibi tersangka itu dengan harapan motornya mendapatkan klaim asuransi," katanya.

Tersangka, katanya, memang termasuk pemain lama spesialis pencurian kendaraan bermotor, tetapi sebelumnya belum pernah melewati proses hukum.

Sama halnya yang dikatakan Kapolsek Ciwidey AKP Ivan Taufiq. Menurutnya, tersangka membuat laporan palsu ke Polsek Pamulihan, seolah-olah tersangka korban pembegalan dan kendaraannya ditinggal di TKP.

"Tersangka spesialis pencuri rokok," katanya.

Ivan mengatakan, saat tersangka ketahuan oleh warga melakukan pencurian rokok dan diteriaki maling, langsung melarikan diri dengan menggunakan kendaraan umum.

"Tersangka melarikan diri ke arah Wado Kabupaten Sumedang. Sementara sepeda motor yang dikendarai tersangka berikut rokok hasil pencurian ditinggalkan pelaku dekat SDN Simpang. Tersangka kabur pakai kendaraan umum, dan turun di Polsek Pamulihan untuk membuat laporan palsu yang menyebutkan dirinya seolah-olah dibegal di wilayah Pamulihan," katanya.

Atas perbuatannya itu, tersangka Bobi dijerat pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA