Ratusan Siswa SMA di Cimahi Ikuti Safety Riding

Halo Polisi

Kamis, 8 Agustus 2019 | 15:56 WIB

190808155708-ratus.jpg

RATUSAN siswa SMA di Kota Cimahi mengikuti kegiatan Safety Riding yang berlangsung di aula gedung B Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusuma, Kamis (8/8/2019). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberi pengetahuan para siswa tentang  keselamatan dan tertib  berlalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberi pengetahuan mengenai keselamatan dalam berlalulintas. Setelah diberi pengetahuan tentang keselamatan berlalu lintas, sejumlah siswa melakukan ujicoba berkendaraan yang benar.  Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan yang diinisiasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, bekerjasama dengan Polres Cimahi ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan mengatakan, masih banyaknya siswa yang belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), tapi sudah mengendarai kendaraan bukan hanya persoalan pengawasan di sekolah,  tetapi juga pesoalan di masing-masing keluarga.

"Artinya  ada peran orangtua yang tidak berjalan dengan baik, artinya disini juga bisa dilihat ada semacam ketidakpahaman bagi para orangtua, terkait dengan aspek-aspek yang harus dipenuhi ketika berkendaraan. Ini tentu saja satu hal yang disayangkan," ujar Dikdik ditemui usai membuka kegiatan.

Ia pun berharap dengan kegiatan safety riding ini para siswa bisa memahami tentang pentingnya keselamatan dan tertib  berlalu lintas.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini (Safety riding), sosialisasi terkait dengan berkendaraan atau berlalulintas bisa diserbaluaskan, dan bisa dipahami terutama untuk anak-anak kita," kata Dikdik.

Diakuinya, hal itu memang tidak mudah, namun berkat kerjasama Pemkot Cimahi, Polres Cimahi, pihak sekolah, dan masyarakat dalam hal ini para orangtua, ke depan pelanggarandikalangan para siswa terkait dengan penggunaan kendraan bermotor menjadi sangat minimal.

"Soal sangsi, saya kira Polri dengan segala pertimbangannya akan memahami perosalan ini. Saya tahu Pores Cimahi lebih mengedepankan langkah antisipatif, jadi dengan pendekatan  persuasif. Selebihnya mungkin jika hal itu tidak ada perubahan akan sangat terpaksa dilakukan represif, dalam kaitan penegakkan hukum berlalu lintas ini akan ditegakkan," beber Dikdik.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA