Ini Enam Pendekatan Polres Bandung Mengatasi Kemacetan di Jalur Selatan Jabar

Halo Polisi

Senin, 10 Juni 2019 | 07:30 WIB

190610072116-ini-e.jpg

ist

KELANCARAN arus mudik dan arus balik Lebaran di jalur selatan Jawa Barat tahun 2019 ini jauh lebih baik ketimbang tahun 2018 lalu. Sejak sepekan sebelum Lebaran hingga Minggu (9/6/2019), hanya sekali terjadi kemacetan parah yakni pada Lebaran hari kedua. Sisanya, lalu lintas jalur selatan Jawa Barat ramai lancar. Kelancaran jalur tersebut tidak lepas dari tugas personel Kepolisian Resor Bandung.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bandung, AKP Hasby Ristama, mengatakan bahwa polisi menerapkan enam pendekatan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di wilayah hukum Polres Bandung di jalur selatan Jawa Barat mulai dari Nagreg hingga Cileunyi.

Hasby mengatakan, pendekatan tersebut diantaranya, pertama menerapkan sistem one way. Pendekatan ini  dengan menerapkan skema lalu lintas satu jalur alias one way. Skema itu dilakukan tiap kali jalur Nagreg mengalami kepadatan. “Bahkan, pada hari Minggu kami melakukan sistem one way sebanyak tiga kali. Dari arah Garut dan Tasik menuju Bandung via Nagreg, kami terapkan one way,” kata Akp Hasby Ristama kepada galamedianews.com melalui rilisnya, Senin (10/6/2019) pagi.

Pendekatan kedua, imbuh Hasby, mensterilkan terowongan Lingkar Nagreg. Dengan mensterilkan sejumlah jalur yang menjadi hambatan lalu lintas, salah satunya ialah terowongan Nagreg.

"Di terowongan itu, pemudik sering kali berhenti untuk melakukan swafoto alias selfie. Terowongan Nagreg memang dikenal memiliki bentuk yang bagus untuk difoto. Jadi kami turunkan petugas untuk berjaga di sana, dan mengingatkan pemudik untuk tidak berhenti dan selfie. Itu bisa menjadi hambatan,” tuturnya.

“Sebelum jembatan Nagreg itu jalurnya tanjakan cukup panjang. Apabila ada hambatan, akan menjadi kepadatan yang parah,” imbuhnya.

Pendekatan ketiga, Hasby menjekaskan, jalur tiga banding satu di Jalan Raya Nagreg. Pendekatan ini dengan membagi lalu lintas Jalan Raya Nagreg yang ditempuh para pemudik arus balik setelah melintasi kawasan Nagreg. Jalan Raya Nagreg yang mulanya dipakai dengan sistem dua banding dua (masing-masing dua jalur ke arah timur dan barat), kini diubah menjadi tiga banding satu.

“Tiga jalur untuk laju kendaraan menuju Jakarta dan Bandung, sementara satu jalur untuk kendaraan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya. Skema tersebut dilakukan mengingat fokus Polres Bandung saat ini adalah melancarkan arus balik pascamudik 2019," jelasnya.

Pendekatan keempat, Kasatlantas menjelaskan, yaitu  menerapkan kanalisasi kendaraan bermotor dan aktifitas menyebrang di Pasar Dangdeur, Rancaekek. Dengan kanalisasi yang diterapkan lewat seutas tali itu, polisi membatasi gerak masyarakat yang hendak menyebrangi jalan.

“Kanalisasi juga berfungsi untuk membatasi masyarakat yang hendak menyebrang jalan. Biasanya, itu yang membuat daerah pasar dan persimpangan menjadi penyebab kemacetan,” ujar Hasby.

Pendekatan kelima, disebutkan, meminimalisir terminal bayangan. Dikatakan, masih di kawasan Cileunyi, Polres Bandung juga mensterilkan persimpangan Cileunyi yang biasanya riuh akibat adanya terminal bayangan. Seandainya masih terdapat terminal bayangan di sana, lalu lintas arus balik akan terhambat dan laju kendaraan pemudik menuju Gerbang Tol Cileunyi pasti terganggu.

“Karena ada terminal bayangan yang cukup padat, masyarakat juga banyak yang menunggu kendaraan di sana. Jadi kami bersihkan dan atur rapi, sehingga kemacetan karena gerbang tol tidak lebih dari 20-30 meter saja,” ujar Hasby.

Pendekatan terakhir, yakni memfasilitasi gerbang Tol Cileunyi menjadi delapan pintu. Meski penumpukan kendaraan belum terjadi di Gerbang Tol Cileunyi, polisi telah menerapkan cara agar tidak terjadi kemacetan di sana. Salah satunya melakukan koordinasi dengan Jasa Marga untuk memaksimalkan gerbang tol menjadi delapan pintu.

“Bahkan, apabila delapan gerbang tol masih membuat macet, kami akan maksimalkan dengan penambahan card reader,” pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR