Polisi Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian

Halo Polisi

Kamis, 23 Mei 2019 | 19:23 WIB

190523192606-polis.jpg

SATUAN Reserse dan Kriminal Polres Sumedang, berhasil menangkap DP (31) pelaku ujaran kebencian di media sosial (medsos), terkait adanya kerusuhan antara demonstran dan aparat kepolisian, disekitar Gedung Bawaslu RI, pada Selasa (22/5/2019).

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, saat menggelar jumpa press, Kamis (24/5/2019) mengatakan, modus operandi pelaku, dengan cara memosting beberapa status pada akun facebook miliknya, yang disertai video yang diposting ulang yang berkaitan dengan kerusahan dibeberapa titik di sekitar Gedung Bawaslu RI.

"Status yang diposting pelaku itu bernada ujar kebencian terhadap aparat keamanan,  dan menprovokasi warga," katanya.

Setelah mengamankan barang bukti berupa beberapa status di akun facebook miliknya, petugas akhirnya menangkap pelaku di rumahnya, di wilayah Desa Sayang Kec.Jatinangor Kab.Sumedang.

"Sebelum ditangkap, pelaku sempat menghapus status dan video yang diposting ulang di akun facebooknya. Tapi upaya menghilangkan bukti oleh pelaku sia-sia saja. Karena petugas sudah melakukan screenshoot terhadap status dan video yang diposting pelaku," ujar Hartoyo.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia No.19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, atau Pasal 45 ayat (2) jo 28 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia No.19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara. Terhadap pelaku juga bisa dikenai Pasal 207 KUH Pidana dengsn ancaman 1 tahun dan 6 bulan penjara.

"Kepada masyarakat, saya tak hentinya untuk selalu mengingatkan agar bijak menggunakan media sosial. Diantaranya dengan tidak  mudah terprovokasi untuk memosting ulang status, video atau gambar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Hartoyo.

Sementara itu pelaku DP mengakui perbuatannya. Namun begitu dia mengaku menyesal dan khilap karena telah membuat status dan memosting  ulang video, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Saya menyesal dan saya tidak bermaksud untuk menprovokasi warga. Ini semua murni kehilafan yang tidak sadar telah jadi korban provokasi," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR