Polres Bandung Amankan 7 Pelaku Penipuan dan Penggelapan Melalui Media Sosial

Halo Polisi

Senin, 20 Mei 2019 | 20:22 WIB

190520202258-polre.jpg

Engkos Kosasih

JAJARAN Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bandung berhasil mengamankan tujuh pelaku penipuan dan penggelapan melalui akun media sosial. Dua pelaku di antaranya, DF dan AMR sedang menjalani proses hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru Kota Bandung. Sedangkan lima pelaku lainnya yang diciduk Satuan Reskrim Polres Bandung, yakni MRH, RGB, Ru, AR, dan AS.

Dari tangan para pelaku, Polres Bandung berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 142,7 juta, 32 handphone yang sempat digunakan para pelaku berkomunikasi dengan para korban. Selain itu 27 kartu ATM, 73 buku tabungan dan dua buah dompet. Mobil Honda Jaz warna merah, sepeda motor Vespa warna hitam, Honda Beat warna putih dan Kawasaki Ninja turut diamankan polisi sebagai barang bukti.

Wakapolres Bandung Kompol Mikra menegaskan, para pelaku penggelapan dan penipuan itu dengan modus membuat akun di media sosial untuk memperdaya para korbannya.

"Setelah membuat akun di media sosial, para pelaku mencari korbannya dengan sasaran wanita. Para pelaku menjalin komunikasi via whatsapp dengan para korbannya," kata Mikra didampingi Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Firman kepada awak media usai buka puasa di ruang monitoring Mapolres Bandung di Jalan Bhayangkara Soreang, Senin (20/5/2019).

Setelah komunikasi dan berkenalan, imbuh Mikra, para korban diminta untuk mengirimkan uang secara sukarela melalui rekening bank milik para pelaku.

"Salah seorang wanita yang menjadi korban, pada 12 Mei lalu langsung melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Polres Bandung. Polisi langsung menindaklanjutinya, dan tak sampai satu minggu atau tanggal 18 Mei lalu, petugas berhasil mengungkap jaringan para pelaku penipuan dan penggelapan tersebut," kata Mikra. 

Mikra menegaskan, dari tujuh pelaku itu, dua di antaranya sedang menjalani hukuman di lapas. "Sedangkan lima pelaku lainnya berhasil kita tangkap," kata Mikra.

Lebih lanjut Mikra menjelaskan, uang dari hasil kejahatan para pelaku itu, di antaranya digunakan untuk membeli mobil Honda Jaz warna merah. Selain itu, para pelaku membeli sejumlah kendaraan roda yang menjadi barang bukti di kepolisian.

Berkaitan dengan banyaknya barang bukti yang berhasil diamankan petugas, kata Mikra, Polres Bandung masih terus mengembangkan kasus tersebut. Di antaranya berusaha untuk berkomunikasi dengan bank yang berkaitan dengan 73 buku tabungan bank dan 27 kartu ATM tersebut.

Hal itu dalam upaya mendalami tindakan pelaku yang diduga melakukan pencucian uang."Petugas berusaha untuk mencari mana saja buku rekening bank dan kartu ATM yang masih aktif. Petugas juga berusaha untuk mencari aset milik pelaku yang sebelumnya digunakan untuk membeli barang dari uang hasil penipuan dan penggelapan," ungkapnya.

Mikra mengimbau kepada masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi. "Jika ada warga yang menjadi korban segera lapor kepada polisi terdekat. Mengingat aksi para pelaku dalam melakukan penipuan dan penggelapan sejak 2016 lalu," katanya.

Ia pun memperkirakan masih ada korban lainnya yang terjerat para pelaku. Sementara yang sudah melaporkan kejadian itu, katanya, baru satu korban asal Kabupaten Bandung.

Untuk diketahui, kata Mikra, para pelaku dalam melakukan aksinya dengan cara menampilkan foto-foto palsu pada akun media sosial. Akibatnya, korban yang umumnya wanita terpedaya atas ulah para pelaku.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanhya, ia mengatakan, pelaku yang sudah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik itu diancam kurungan penjara maksimal 20 tahun. Selain itu, para pelaku diduga telah melakukan pencucian uang.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR