Tanam Ganja, Pengangguran Ini Diciduk Polisi

Halo Polisi

Rabu, 13 Maret 2019 | 16:51 WIB

190313165312-tanam.jpeg

Remy Suryadie

EK (49) seorang tuna karya diamankan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, lantaran dengan sengaja menanam dan memelihara tanaman ganja sebanyak tujuh batang yang disimpan didalam kamar dan kandang ayam. Tersangka menanam pohon ganja tersebut pada dua pot miliknya

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema melalui Kasat ResNarkoba AKBP Irfan Nurmansyah kepada wartawan di SatresNarkoba, Jalan Sukajadi, Rabu (13/3/2019) menjelaskan, dari pengakuan tersangka dirinya mengaku alasan menanam biji ganja karena penasaran, apakah bisa tumbuh atau tidak.

"Yang nyata nya, biji ganja tersebut tumbuh," jelas Irfan.

Masih dikatakan Irfan, pengungkapan itu diawali laporan dari masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika. Penelusuran yang dilakukan petugas kemudian mengarah kepada identitas pria yang tak lain adalah EK.

"EK ditangkap di rumahnya di kawasan Jalan Ciparay Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung pada Senin Senin (11/3/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Di rumah tersebut didapati dua buah pot dengan keseluruhan berisi tujuh batang pohon tanaman ganja. Satu pot dibiarkan terbuka berisi empat tanaman, sedangkan satu pot lain ditutup dengan sangkar burung berisi tiga tanaman ganja, yang bertujuan untuk melindungi agar tanaman tidak dipatuk ayam," katanya.

Lanjut Irfan, dari pemeriksaan penyidik terhadap tersangka, diketahui bahwa pohon ganja itu ditanam setelah dia membeli ganja dari seorang pengedar. Ganja itu kemudian dikonsumsi sendiri pada saat malam tahun baru. Kemudian sisa dari ganja itu dicoba ditanam dalam pot, hingga akhirnya bisa tumbuh.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman sanksi pidana paling lama 20 tahun penjara.

Sementara itu, EK mengaku bahwa penanaman ganja ini awalnya sekadar coba-coba. Saat melihat tanaman ganja mulai tumbuh, pria yang sehari-hari menganggur ini kemudian memutuskan untuk merawat tanaman. Upaya dilakukan dengan memasang lampu serta menggunakan sangkar burung agar tanaman terlindung.

Dia menuturkan, tanaman itu sedianya akan dikonsumsi sendiri. Tanaman itu tidak akan dijual kepada orang lain. "Saya sebenarnya sudah tujuh tahun berhenti, sejak 2011 lah. Baru kali ini mulai pakai lagi," katanya.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR