Terkait Kasus Narkoba Musisi Zul Zivilia, Polisi kejar "Casanova"

Halo Polisi

Senin, 11 Maret 2019 | 16:38 WIB

190311163916-terka.jpg

liputan6.com

Ilustrasi.

POLISI yang tengah menelusuri bandar-bandar besar pada jaringan narkoba dalam kasus yang menjerat musisi Zul Zivilia, saat ini fokus mengejar salah seorang bandar besar misterius yang disebut polisi sebagai "Casanova".

"Untuk tersangka dalam kasus ini masih tetap sembilan dan kami masih mencari siapa bos besarnya atau yang di puncaknya. Tapi untuk kotanya sudah semakin mengerucut ada dimana orang dengan sebutan si Casanova itu yang diduga bandar besar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Perburuan itu sendiri dilakukan oleh tim dari Subdirektorat III Direktorat Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Metro Jaya.

Akan tetapi berkaitan dengan sosok Casanova, Argo enggan membeberkan secara detail hingga sosok ini masih menjadi misteri. "Sedang didalami, intinya yang bersangkutan orang Indonesia dan berada di salah satu kota di Indonesia," ujar Argo seperti dilansirkan Antara.

Kasus ini berawal ketika Zul ditangkap di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara di dalam apartemen bersama tiga orang yang salah satunya seorang perempuan. Dari tangan Zul dan kawan-kawan lainnya, polisi menyita 9,5 kg sabu dan puluhan ribu butir ekstasi.

Dari pemeriksaan intensif, polisi mengetahui bila Zul terlibat jaringan yang cukup besar. Bandar di atas jaringan Zul ini memiliki empat jaringan kelompok.

Adapun sistem peredaran narkoba tersebut, lanjut Argo, adalah "salam tempel" yang berarti tidak saling mengenal satu sama lainnya dengan menggunakan berbagai macam modus.

"Salam tempel itu artinya bahwa satu dengan lainnya itu tidak saling mengenal satu dengan lainya dalam kegiatan transaksi maupun pembayarannya itu bermacem macam modus yang dilakukan para bandar itu," ujarnya.

Kendati demikian kepolisian menegaskan pada prinsipnya penyidik tetap berupaya keras menangkap "bos" yang paling besar dengan tujuan bisa mengetahui secara detil jaringan tersebut berasal dari mana dan asal barang tersebut.

"Kemudian juga kami mengharapkan kepada masyarakat yang mengetahui seandainya di wilayahnya ada yang dicurigai berkaitan penyalahgunaan narkotika silahkan melaporkan ke kepolisian terdekat," kata Argo menambahkan.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR