Dalam Sehari, Pelaku Curanmor Ini Bisa Bawa Kabur 3 Unit Motor

Halo Polisi

Jumat, 22 Februari 2019 | 17:35 WIB

190222173612-dalam.jpeg

Remy Suryadie

CUCU Muhamad alias Herman, pelaku curanmor asal kabupaten Garut, akhirnya harus mengakhiri petualangnya setelah aksinya kepergok tim buser unit Reskrim Polsek Andir, Rabu (20/2/2019) malam lalu.

Herman diamankan saat melakukan pencurian motor jenis matic, di daerah Dungus Cariang, Kecamatan Andir Kota Bandung. Bahkan polisi pun memberikan tindakkan tegas dengan menembak betis Kaki kirinya, lantaran hendak kabur dan melawan anggota.

Kapolsek Andir, Kompol Dadang Gunawan didampingi Kanit Reskrim AKP Nazrudin kepada wartawan di Mapolsekta Andir, Jumat (22/2/2019), mengatakan, Herman ini pelaku yang menjadi target pihak kepolisian.

"Herman ini pelaku curanmor yang dikenal licin saat akan ditangkap. Aksinya mencuri kendaraan motor jenis matic cukup diakui, hal ini karena Herman mencuri kendaraan tiga unit dalam satu hari," jelasnya.

Dadang menambahkan, pelaku ini sudah beraksi selama hampir 7 bulan. "Pengakuannya tujuh bulan beraksi, dengan tiga motor per hari. Jika dikalikan tujuh bulan sudah hampir 80 motor yang dicuri Herman," paparnya.

Masih dikatakan Dadang,  pelaku ini terakhir dilaporkan korban yang kehilangan motor tanggal 11 Februari 2019, dimana TKP nya berada di kawasan Dungucariang, Kecamatan Andir, kota Bandung," jelasnya.

Saat ditangkap Rabu malam lalu, pelaku Herman melawan petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terukur. "Kami beri hadiah kaki kirinya, dengan timah panas," terangnya.

Pelaku menjual kendaraan matic hasil curian, ke wilayah Garut. "Pelaku menjual ke penadah, atas nama Roni. Kini tim sedang memburu penadah kendaraan matic yang dijual oleh Herman ini," ujar Dadang.

Dijelaskan Dadang, kendaraan hasil curian yang berhasil disita sebanyak 10 kendaraan jenis matic, seperti Honda beat, Mio, beat sweat. "Masih ada 30 unit lagi di lapangan, yang masih dalam pencarian," paparnya.

Pelaku Herman sendiri, dijerat dengan pasal 363 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR