Komplotan Spesialis Pencuri Baterai Tower Seluler Diciduk

Halo Polisi

Rabu, 20 Februari 2019 | 20:23 WIB

190220202408-kompl.jpg

Agus Somantri

KEPOLISIAN Sektor (Polsek) Karangpawitan berhasil membekuk lima orang komplotan spesialis pencuri baterai tower telpon seluler. Para pelaku pencurian tersebut ditangkap saat tengah melakukan aksinya di Kampung Jati, Desa Situsari, Kecamatan Karangpawitan.

Kapolsek Karangpawitan, Kompol Oon Suhendar, mengatakan kelima pelaku yang diamankan tersebut masing-masing adalah YD (35), Her (24), Aj (25), Riz (16) dan Rob (17). Semuanya merupakan warga Kampung Pasanggrahan, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Menurut Oon, penangkan terhadap para pelaku bermula saat petugas Polsek Karangpaitan yakni Aiptu Dani, Bripka Rizal, Bripka Eko dan Brigadir Asep yang sedang melakukan patroli, mendapatkan sebuah mobil mencurigakan sedang parkir di dekat SPBU Biru, Desa Situgede, Kecamatan Karangpawitan pada Rabu (13/2) lalu sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.

"Satu pelaku atas nama YD (35) yang menunggu di mobil gugup saat melihat petugas. Ketika didesak, akhirnya ia mengaku sedang menunggu temannya yang  mengambil baterai tower," ujar Oon di Mapolsek Karangpawitan, Jalan Raya Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (20/2/2019).

Saat dilakukan pemeriksaan, terang Oon, benar saja petugas menemukan empat pelaku tengah membongkar baterai tower yang tak jauh dari SPBU. Para pelaku pun tak berkutik setelah petugas menunggu di bawah tower. Namun saat akan dilakukan penyergapan, dua pelaku yakni Aj dan Riz berhasil melarikan diri. Sedangkan dua pelaku lainnya yaitu Her dan YD bisa diamankan.

“Namun kami berhasil melakukan penyergapan langsung ke tempat tinggalnya sehingga Aj dan Riz juga berhasil diamankan. Sementara satu orang lagi yakni Rob, merupakan penjual baterei, kami amankan kemudian,” ucapnya.

Oon menyebut, dari kelima tersangka tiga diantaranya sehari-hari bekerja menjadi sopir angkutan umum, yakni YD, Her, dan Aj. Para pelaku juga masih memiliki hubungan saudara. Kelimanya diduga merupakan pencuri kawakan yang telah melakukan aksinya beberapa kali di sejumlah tempat di Kabupaten Garut.

Dari hasil pemeriksaan, ujar oon, diketahui para tersangka telah beberapa kali melakukan aksi pencurian baterai tower sejak tahun 2018 lalu. Selain di Karangpawitan, para pelaku sudah mencuri di lebih dari 10 lokasi diantaranya di Kecamatan Tarogong Kaler, Bayongbong, Garut Kota, dan Kadungora.

"Total sudah lebih dari 50 baterai tower yang dicuri. Selain di Karangpawitan, juga di Garut Kota dua kali, Tarogong Kaler dua kali, Kadungora satu kali, dan Bayongbong 3 kali," katanya.

Dari para pelaku, lanjut Oon, petugas berhasil menyita 4 baterai kering XL merk Leoch diperkirakan bernilai Rp 15 juta, kemudian 4 baterai kering merk Shoto juga diperkirakan bernilai Rp 15 juta.

“Kasus ini masih akan terus dikembangkan, sebab siapa tahu masih ada pihak yang terlibat,” ucapnya.

Her (24), salah seorang pelaku, mengaku melakukan aksi pencurian baterai setelah diajak oleh temannya di Bandung. Ia yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum memilih mencuri karena dipecat menjadi sopir.

Menurut Her, aksi pencurian biasanya dilakukan pada malam hari. Hanya butuh waktu 30 menit sampai 1 jam untuk membobol baterai tower. Her menyebut, baterai tersebut banyak dicari orang, namun ia tak tahu kegunaan dari baterai tersebut.

"Dijualnya (baterai tower) ke pengepul di Bekasi. Per kilonya dihargai Rp 12 ribu. Setiap jual baterai, per orang itu dapat Rp 500 ribu sampai Rp 1,2 juta," katanya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR