Pria Ini Cabuli Anak SMP hingga Hamil

Halo Polisi

Rabu, 20 Februari 2019 | 17:42 WIB

190220174358-pria-.png

merdeka.com

Ilustrasi.

TERSANGKA En (32) warga Pasir Jati, Desa Jatiragas Hilir, Kecamatan Patokbeusi, Subang, meringkuk dalam tahanan Mapolsek Patokbeusi karena mencabuli pelajar SMP kelas 2 hingga hamil. Korban yang berinitilal Ya (15) asal Desa Ciberes Kecamatan Patokbeusi merupakan teman anak tersangka.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, terbongkarnya kasus ini hingga dilaporkan ke polisi setelah salah seorang tetangga korban, Riska (28) menaruh curiga atas perilaku korban. Korban dilihatnya sering muntah-muntah dan mengurung diri.

Ia pun melapor kepada orangtuanya dan setelah didesak mengaku telah dicabuli oleh tersangka beberapa kali di rumah kontrakannya.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban langsung melapor ke pihak kepolisian Sektor Patokbeusi. Saksi korban pun diperiksa dan menjelaskan kalau dirinya takut karena mendapat ancaman bila menceritakannya kepada orang lain.

Kepada penyidik korban menjelaskan, kalau pada Sabtu 26 Januari 2019 silam, sekitar pukul 08.00 WIB ia bermain ke kontrakan tersangka dengan tujuan mau bertemu anak pelaku karena anak pelaku adalah temannya. Namun pada saat itu teman korban tidak ada di rumah.

Saat itu pelaku menyuruh menunggu, sambil menarik tangan korban ke kamar dan langsung mencabuli korban dengan paksaan dan ancaman.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku memberi uang Rp 20 ribu agar tidak menceritakan ke orang lain. Namun kejadian itu berulang kembali pada Sabtu 2 Februari 2019 serta kembali mengancamnya.

“Setelah korban diperiksa bersama saksi lain termasuk hasil visum, kita amankan tersangkanya,“ kata Kapolres Subang, AKBP H.Muhammad Joni melalui Kapolsek Patokbeusi, Kompol H.Sarjono, Rabu (20/2/2019).

Tersangka sendiri yang kini masih diperiksa di Unit Reskrim mengakui terus terang tergoda melakukan pencabulan karena melihat kemolek tubuh korban dan situasi di rumah sedang sepi.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR