Kapolda Jabar Botram Bersama Pengamen Jalanan, Pengemis dan Penarik Becak

Halo Polisi

Rabu, 16 Januari 2019 | 11:04 WIB

190116110637-kapol.jpg

Remy Suryadie

JELANG pesta demokrasi pemilihan presiden 2019, masyarakat Jabar dinilai sudah sadar dengan bahaya berita hoax.

Hal itu dinilai Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, yang mengatakan masyarakat saat ini, lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang banyak beredar.

"Karena rupanya warga Jabar sudah sadar dengan bahaya informasi hoax. Pengalaman kami, warga selalu mengkroscek setiap informasi ke anggota,"‎kata Agung, dalam kegiatan Ngabotram Sabandung-eun, yang diinisiasi Polrestabes Bandung, Rabu (16/1/2019).

Dalam kegiatan yang di gelar di Mapolrestabes Bandung itu, Kapolda Jabar Ngabotram bersama pengamen jalanan, pengemis dan Penarik Becak serta mendeklarasikan anti hoax.

‎Pada deklarasi itu, disepakati untuk cermat dan bijak dalam menyikapi segala informasi yang beredar dengan cara terbiasa mengecek kebenaran informasi itu.

Termasuk cerdas dan bijak sana dalam menggunakan media sosial yang menampilkan informasi yang diragukan kebenarannya dengan cara tidak menyebar sembarangan.

"Ini program Polri khususnya Polda Jabar dalam rangka menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat Kota Bandung. Intinya kami sepakat untuk menangkal semua informasi hoax untuk menjaga  situasi kamtibmas d Kota Bandung selama tahapan pemilu," ujar Kapolda.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema menambahkan kampanye bahaya informasi bohong akan terus digelar di Kota Bandung. Belum lama ini, pihaknya juga menggelar lomba anti hoax untuk pelajar.

"Karena informasi bohong yang menyebar itu berbahaya sehingga harus ditangkal dan dihentikan. Karena itu, Polrestabes Bandung tentu saja akan terus menggelar kampanye anti informasi bohong," ujar Irman.





Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR