181205145752-profe.jpg

dokumen galamedianews.com

Ilustrasi.

Profesionalisme Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar Mendapat Apresiasi Masyarakat

Halo Polisi

Rabu, 5 Desember 2018 | 14:56 WIB

Wartawan: Remy Suryadie

PROFESIONALISME penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar kembali mendapat apresiasi dari masyarakat, terkait kesigapan penyidik atas laporan-laporan serta pengaduan masyarakat.

"Apresiasi tinggi diberikan oleh masyarakat yang mencari keadilan," ujar seorang pengacara Wenda S Aluwi, saat ditemui di Bandung, Rabu (5/12/2018).

Wenda merupakan kuasa hukum dari seorang pelapor yang bernama Dedi Nugraha, pengusaha properti asal Bandung. Dalam kasus ini, laporan klien Wenda, soal kasus pemalsuan surat dokumen terutama  KTP yang dipergunakan untuk membuat Akta-akta Pendirian PT (fiktif) di Mapolda Jabar, sempat jalan di tempat selama setahun lamanya.

Kasus yang ditangani Wenda yakni bermula ketika Dedi (klienya) melaporkan kasus itu pada awal 2018‎ ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. Yang mana Dedi hendak menjual sebidang tanah untuk pabrik di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung pada 2015, kepada salah seorang pengusaha ekspor import berinisial Lgh.

Singkat cerita terjadilah transaksi dan Lgh menjanjikan jenis pembayaran menggunakan 11 cek,  akan tetapi hanya satu cek yang bisa dicairkan oleh Dedi. Jual beli sempat bermasalah karena selain nilainya yang tak kunjung dibayar, belakangan Lgh tidak mampu melunasi sisa pembayaran jual beli aset tersebut hingga akhirnya uang dikembalikan.

Namun belakangan, jual beli tersebut batal. Klienya pun mengembalikan lagi dana yang sudah dibayar tapi belakangan justru perusahaan kliennya malah digrebeg oleh Bea Cukai Semarang karena dugaan membawa barang impor ilegal pada tahun lalu. Rupanya lokasi yang sempat akan diperjualbelikan tersebut telah diajukan Permohonan perijinannya atas nama Perusahan yang diduga fiktif, semuanya berawal dari KTP yang diduga dipalsukan, seolah-olah Pemilik KTP tersebut adalah direktur pada Perusahaan.

‎Atas permasalahan itu, klien Wenda, melaporkan kasus tersebut ke Ditreskrimum Polda Jabar dengan tuduhan pemalsuan ‎dokumen.‎ Setelah laporan, dalam kasus kliennya itu, penyidik sudah menetapkan pria berinisial Zm rekan Lgh sebagai tersangka dengan status daftar pencarian orang (DPO) setelah memeriksa 26 saksi.

Namun begitu, dalam perjalanan kasus tersebut, ‎Polda Jabar, melalui penyidiknya meng SP3 kan LGH dengan alasan tidak cukup bukti. Padahal melalui surat B/255/III/2018/Ditreskrimum Polda Jabar tertanggal 20 Maret 2018,  prihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan telah melakukan pemeriksaan terhadap 26 saksi dan menetapkan tersangka terhadap Zm yang menyerahkan KTP kepihak notaris guna menerangkan identitas direktur dan Komisaris PT SMG untuk membuat akta pendirian PT SMG.

Melalui surat B/259/III/2018,  setelah melakukan pemeriksaan saksi,  status LGh dinaikkan sebagai tersangka karena patut diduga menyuruh melakukan atas perbuatan yang patut diduga merupakan tindak pidana pemalsuan dokumen.

Setelah dirinya bersama kliennya mengadukan kembali kasus tersebut, pihak Polda Jabar, kembali melakukan pendalaman atas aduan dalam kasus tersebut. Atas itu pengaduan itu, pihak Polda Jabar menindaklanjuti aduan tersebut.

"‎Yah inikan kasusnya sudah 1 tahun, pengaduan kita sudah ditindaklanjuti. Saat ini tersangka sudah di Kejaksaan, untuk menunggu proses sidang. Atas perhatian dari pengaduan kliennya kami, kami ucapkan terimakasih dan apreasi tinggi kepada Polda Jabar, Jajaran Dirreskrimum Polda Jabar dan penyidik atas profesionalisme dan pelayanan  terhadap masyarakat pencari keadilan," jelasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR