181019145632-polda.jpg

Remy Suryadie

Polda Jabar Ciduk Dua Admin Grup FB Gay Bandung Indonesia

Halo Polisi

Jumat, 19 Oktober 2018 | 14:56 WIB

Wartawan: Remy Suryadie

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar, mengamankan dua orang yang diketahui pemilik dan pengelola (admin) laman grup facebook Gay Bandung Indonesia (GBI).

Kedua orang yang diamankan Polisi bernama Ikhsan Syamsudin alias Isan dan Iwan Hermawan alias Boy. Mereka diamankan di sebuah rumah kosan, Jalan Batununggal, Kota Bandung, Kamis (18/10/2018).

Wakil Direktur Ditreskrimsus, ‎AKBP Hari Brata, kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jumat (19/10/2018),  mengatakan, penangkapan terhadap admin grup tersebut, karena grup tersebut memuat postingan dan juga ditemukan banyak percakapan uang melanggar norma kesusilaan, yang melanggar norma-norma.

"Grup yang dibuat pelaku ini memiliki 4093 anggota," ujar Hari.

Pengakuan pelaku kepada pihak kepolisian, grup facebook GBI telah merubah nama grup tersebut. Nama grup itu sendiri diubah dengan menggunakan nama Peduli Gay Bandung. Pelaku juga diketahui, sengaja membuat grup tersebut untuk membuat wadah komunitas kaum sesama jenis yang berorientasi penyimpangan seksual.

‎Diketahui, grup tersebut dibuat pelaku sejak 2015. Anggota yang masuk ke grup tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.

"Grupnya tertutup. Kalau ada yang mau masuk harus diketahui oleh admin dulu dan yang memang suka sesama jenis," katanya.

Grup tersebut beranggotakan beragam usia. Dari mulai dewasa, remaja bahkan usia pelajar.

"Indikasi kita ada yang di bawah umur. Hampir rata-rata yang dipantau kita ada anak SMP dan SMA," ucap Hari.

Dari pengungkapan ini, polisi amankan beberapa barang bukti yang diantaranya, ‎tiga ponsel, lima kartu selular, satu akub grup facebook Gay Bandung Indonesia, 25 alat kontrasepsi, dan dua kartu identitas pelaku.

Kepada kedua pelaku, polisi terapkan pasal 45 ayat Jo pasal 27 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016, tentang perubahan terhadap UU no 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana enam tahun penjara atau denda satu miliyar rupiah.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR