181012171237-10-bu.jpg

Remy Suryadie

10 Bulan, Polrestabes Bandung e-Tilang 80 Ribu Pelanggar

Halo Polisi

Jumat, 12 Oktober 2018 | 17:08 WIB

Wartawan: Remy Suryadie

TERHITUNG sejak Januari hingga pertengahan Oktober 2018, Satlantas Polrestabes Bandung telah melakukan penindakan e-tilang sebanyak 80 ribu pelanggar lalu lintas.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema melalui Kasatlantas Polrestabes AKBP Agung Reza Pratidina kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jumat (12/10/2018) mengatakan mayoritas pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh pengendara motor. Dari jumlah tersebut, 400 di antaranya telah dilakukan penindakan e-tilang karena terpantau CCTV melanggar lalu lintas di lampu-lampu merah.

"Secara umum yang paling banyak dari CCTV tilang, itu melanggar marka jalan khususnya di lampu-lampu merah. Kebanyakan yang kita tindakan itu pelanggarnya berat yg bisa menyebabkan kecelakaan," kata Reza.

Reza mengatakan, sejak diberlakukannya e-tilang maupun tilang melalui CCTV, para pengendara motor maupun mobil kini lebih tertib.

"CCTV ada sekitar 180. Kalau sekarang sudah mulai berkurang, karena dengan adanya himbauan lewat pengeras suara masyarakat sudah bisa tertib. Paling banyak itu di daerah Surapati, Balubur, Merdeka,"jelasnya.

Menurut Reza, pemberlakukan e-tilang memudahkan masyarakat untuk tidak bersentuhan langsung dengan petugas. Bahkan dapat mengurangi adanya pungli.

"Keunggulan e-tilang sebenarnya masyarakat dipermudah, karena pelanggar tidak harus melakukan sidang, tetapi bisa langsung dia bayar ke ATM, jadi pungli juga berkurang," terangnya.

Disinggung tentang kendala, lanjut Reza, pihaknya masih kesulitan untuk menindak kendaraan yang datanya telah berubah. Untuk melakukan penelusuran identitas pelanggar yang alamatnya berubah akan memakan waktu lebih lama.

"Terkadang No Pol pelanggar saat kita datangi ke rumah sesuai identitas data base kendaraan tersebut ada yang sudah pindah rumah dan belum di update lagi datanya, di situ kita masih kesulitan. Memang bisa ditelusuri tapi akan memakan waktu," tutup Reza.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR