181008211127-sejak.jpg

Agus Somantri

Sejak 2016, Tersangka H Cabuli Remaja Dibawah Umur

Halo Polisi

Senin, 8 Oktober 2018 | 21:10 WIB

Wartawan: Agus Somantri

KEPOLISIAN Resor (Polres) Garut mengamankan H (47), warga Kecamatan Cibatu karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap dua remaja yang masih berusia di bawah umur. Aksi tak senonoh yang dilakukan pelaku tersebut sudah terjadi sejak 2016 lalu.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan kedua remaja pria yang menjadi korban tindak asusila pelaku masing-masing berinisial FB (13) dan FD (13). Keduanya meupakan kakak beradik. Kejadiannya bermula saat pelaku bertemu kedua korban di sebuah kolam renang di kawasan Kecamatan Sukawening.   

"Jadi saat bertemu di kolam renang itu pelaku kemudian merayu korbannya. Perbuatannya dilakukan di rumah kosong di kawasan Babakan Loa, Kecamatan Cibatu. Pengakuannya sudah lebih dari tiga kali. Aksi bejatnya dilakukan sejak 2016 sampai Juli 2018," ujar Budi saat menggelar ekspose di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Senin (8/10/2018).

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, lanjut Budi, pelaku pun mengancam korbannya agar tidak berbicara kepada orang lain. Imbalannya, korban diberi uang sebesar Rp 5 ribu sebagai uang tutup mulut.

Menurut Budi, kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban mencurigai gerak-gerik anaknya. Setelah didesak, akhirnya korban pun menceritakan apa yang telah dialaminya kepada orang tuanya, sehingga saat itu juga langsung melaporkannnya ke pihak kepolisian.  

Budi menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku hanya melakukan perbuatan (pencabulan) tersebut baru kepada dua anak kembar itu. Namun pihaknya tidak begitu saja mempercayai pengakuan pelaku dan masih terus melakukan pendalaman, sebab tak menutup kemungkinan masih ada korban lainnnya.    

"Sedang kita kembangkan lagi. Kita juga akan buka posko pengaduan. Bisa saja ada korban lainnya," ucapnya.

Diungkapkan Budi, pihaknya juga menyiapkan psikolog untuk memeriksa kepribadian pelaku. Apalagi dari pengakuannya, selama ini pelaku belum pernah menikah. Bisa saja pelaku memiliki kelainan karena menyukai sesama jenis.  

"Kami sedang tunggu hasil psikologi, ada kemungkinan (pelaku) memiliki kelainan. Dia belum pernah menikah dan suka sesama jenis," katanya.

Dituturkan Budi, dari tangan tersangka pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya baju kaos lengan pendek bergambar logo Barcelona, satu celana pendek berwarna merah, serta satu buah celana dalam berwarna biru.

Akibat perbuatannya, tambah Budi, tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 82 dan pasal 292 KUHP dengan ancaman kurungan penjaran paling lama lima sampai 15 tahun dan denda pailng banyak Rp 5 miliar.

Ditengah maraknya aksi pencabulan atau pedofilia yang dilakukan orang dewasa, Budi pun mengimbau agar orang tua selalu memperhatikan anak-anaknya dengan baik. Selain itu harus lebih selektif dalam mengawasi pergaulan anak.   

“Termasuk cek kebiasaan anak tersebut. Penampilan kadang rapih, tapi tak tahu bagaimana di luarnya," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR