180614035854-menlu.jpg

@SecPompeo

Menlu AS Beberkan Hasil Pertemuan Donald Trump-Kim Jong Un kepada Korea Selatan

Dunia

Kamis, 14 Juni 2018 | 03:58 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

AMERIKA Serikat berharap mencapai "perlucutan senjata besar" oleh Korea Utara dalam 2,5 tahun mendatang. Demikian kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Rabu (13/6/2018), sehari setelah Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Trump dan Kim bertemu di Singapura pada Selasa dan mencapai kesepakatan singkat, yang menegaskan tekad Utara "bekerja menuju pelucutan nuklir lengkap Semenanjung Korea", tetapi tidak memberikan rincian tentang kapan Pyongyang akan menyerahkan senjata nuklir atau bagaimana itu dapat dipastikan.

Pompeo berada di Seoul pada Rabu untuk memberi penjelasan singkat kepada pejabat Korea Selatan tentang pertemuan puncak itu. Saat berbicara kepada sekelompok kecil wartawan dan ditanya apakah ia ingin menyelesaikan perlucutan senjata nuklir utama dalam masa jabatan Trump, yang berakhir pada 20 Januari 2021, Pompeo menjawab, "Oh ya, paling pasti. Tentu saja, Anda menggunakan istilah besar, perlucutan senjata besar, sesuatu seperti itu? Kami berharap bahwa kami dapat mencapai itu dalam 2,5 tahun." "Saya yakin mereka mengerti bahwa akan ada pemastian mendalam," kata Pompeo, dengan mengatakan bahwa perjanjian awal Trump dengan Kim belum menjangkau semua yang disepakati kedua pihak.

"Tidak semua karya itu muncul di dokumen akhir. Tetapi banyak tempat lain di mana ada pemahaman yang dicapai, kami tidak dapat menguranginya untuk menuliskannya, jadi itu berarti masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi ada kesepakatan besar yang terselesaikan yang melampaui apa yang terlihat dalam dokumen akhir yang akan meletakkan yang akan kita mulai ketika kita kembali ke percakapan kita," kata Pompeo setelah terbang ke Seoul dari Singapura.

Trump, yang kembali ke Washington Rabu pagi, memuji pertemuan dengan Kim, yang pertama antara presiden AS dan seorang pemimpin Korut, sebagai keberhasilan yang telah menghilangkan ancaman Korut.

Kritikus di tanah airnya mengatakan, pernyataan bersama oleh kedua pemimpin itu singkat tentang detail dan bahwa Trump telah membuat terlalu banyak konsesi kepada Kim.

Kedepannya, Pompeo berkata, "Saya tidak tahu persis apa waktu yang tepat untuk percakapan kami berikutnya dengan Korut. Saya akan mengantisipasi itu akan cukup cepat setelah kami kembali ke negara asal kami." "Saya tidak tahu persis apa bentuk yang akan diambil, tapi saya sangat yakin bahwa beberapa waktu dalam minggu depan atau lebih kita akan memulai perjanjian," katanya tegas.

Sumber: Antara

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR