Ini Kronologis Nanik Dibunuh Suaminya

Agus Somantri

Ini Kronologis Nanik Dibunuh Suaminya

Halo Polisi

Rabu, 17 Januari 2018 | 22:28 WIB

Wartawan: Agus Somantri

DALAM kurun waktu kurang dari 24 jam, jajaran Polres Garut berhasil menangkap pelaku pembunuhan Nanik Yulianti (24), warga Kampung Gugunungan, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota. Jasad korban di kubur di kebun bambu oleh suaminya sendiri berinisial AH (38).  
   
"Begitu menerima laporan, saya langsung perintahkan Kasat Reskrim dan anggotanya untuk melakukan perburuan tersangka. Hasilnya, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Tersangka yang tak lain suami korban, berhasil diciduk di kawasan Yogjakarta," ujar kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Rabu (17/1/2018).

Menurut Budi, setelah menganiaya, membunuh dan menguburkan isterinya, tersangka AH sempat melarikan diri ke daerah yogjakarta. Hal itu dia lakukan untuk menghilangkan jejak dan menghilangkan kecurigaan orang lain.  

"Motif yang melatarbelakangi perbuatan tersangka AH membunuh korban, karena tersangka pernah dipergoki berselingkuh oleh korban sehingga terjadi percekcokan. Selain itu, korban juga pernah memarahi anak tiri tersangka berinisial RAK dikarenakan anak tersangka meminta uang kepada korban," ucapnya.

Budi menuturkan, kejadian tersebut pada hari Rabu (3/1/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, di rumah tersangka dan korban di Kampung Gugunungan RT 03 RW 02, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota. Saksi berinisial RAK yang juga anak tersangka melihat tersangka sedang bertengkar dengan korban.

Saksi melihat tersangka memukuli korban dengan menggunakan galon air mineral kosong dan helm. Bahkan saat korban terjatuh dan meminta ampun, perbuatan tersangka malah semakin menjadi dengan menginjak bagian dada korban.

"Karena takut, saksi akhirnya kabur ke rumah ER ibu kandung tersangka yang merupakan neneknya," tuturnya.

Pada hari Kamis (4/1/2018) sekitar pukul 02.00 dinihari, saksi RAK kedatangan tersangka yang mengatakan korban sudah meninggal dunia. Kemudian saksi menuju TKP dan melihat korban sudah terbaring di tempat tidur. Saat didekati, saksi melihat wajah korban sudah memar serta biru-biru.

Melihat kondisi itu, saksi akhirnya kembali ke rumah neneknya dan melaporkan kejadian itu kepada neneknya.

Saksi RAK juga mengaku pada hari Kamis (4/1/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, melihat saksi lain, UD sedang membuat lubang di belakang rumah tersangka. lalu sekitar pukul 11.00 WIB, tersangka meminta RAK membantunya menggotong korban yang saat itu kondisinya sudah meninggal dunia untuk dikuburkan di lubang yang sebelumnya dibuat saksi UD.

"Setelah beres mengubur jasad korban, tersangka mengancam saksi RAK agar tidak memberitahu siapapun tentang kejadian tersebut. Bahkan tersangka sempat mengancam akan membunuh RAK jika berani mengatakan hal itu kepada orang lain," ungkapnya.

Namun karena tidak kuat menahan rahasia, pada Senin (8/1/2018) saksi RAK akhirnya memberitahukan semua kejadian itu kepada neneknya. Kemudian pada Jumat (12/1/2018), tersangka AH pergi dari rumah tanpa memberitahukan tujuannya kepada siapapun termasuk kepada anaknya, RAK dan ibunya, ER.
 
Menurut Budi, perbuatan yang dilakukan tersangka terbilang sadis. Bahkan dalam catatan di kepolisian, tersangka juga ternyata merupakan residivis dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur pada tahun 2011 lalu, dan menjalani penahanan di Lapas Cirebon selama tujuh tahun.

"Padahal belum bebas benar, namun tersangka sudah kembali melakukan tindak pidana dengan kasus lebih sadis lagi, yakni menganiaya dan membunuh isterinya sendiri," ucap kapolres.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka AH ke dokter psikiater, untuk memastikan apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak. Selanjutnya, pihaknya akan menyelidiki dan mendalami lebih lanjut tentang perbuatan yang dilakukan tersangka AH tersebut.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR