Polsek Ibun Ringkus Polisi Gadungan Penipu Anak-anak

Engkos Kosasih

Polsek Ibun Ringkus Polisi Gadungan Penipu Anak-anak

Halo Polisi

Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:31 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

UNIT Reskrim Polsek Ibun meringkus seorang pengangguran, nama DH alias Rubak (25) yang mengaku sebagai anggota polisi, Sabtu (13/1/2018). Rubak diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan.

Dari tangan tersangka yang juga warga Kampung Buniherang  RT 01/RW 02 Desa Mekarwangi, Kecamatan Ibun ini, polisi menyita enam unit sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX, Suzuki FU, Honda Vario, Yamaha Fino, dan Honda Beat. Selain itu enam buah plat nomor kendaraan roda dua dengan nopol berbeda, tiga buah kaca spion dan 1 buah helm merek KYT warna hitam motif trail.

Tersangka mengaku sudah 10 kali melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan di sejumlah lokasi, di antranya di Ibun, Majalaya, Cikancung, Pacet, Garut dan tempat lainnya. Setiap melakukan aksi penipuan dan penggelapan terhadap korbannya dengan sasaran siswa SMP, tersangka mengaku anggota polisi dari polsek setempat.

Kapolres Bandung AKBP M. Nazly Harahap, SIK., melalui Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi mengatakan, tersangka DH alias Rubak ditangkap petugas karena mengaku berpura-pura sebagai petugas dari kepolisian saat melakukan aksi kejahatan.

"Dengan sasaran para korbannya anak sekolah yang mengenakan pakaian seragam SMP atau dibawah umur yang sedang berhenti di pinggir jalan," kata Asep kepada wartawan di Mapolsek Ibun, Sabtu.

Kemudian, imbuh Asep, untuk melancarkan aksinya pelaku berpura-pura menanyakan surat-surat kendaraan milik korban. Disaat korban tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan (STNK), pelaku membawa kabur kendaraan tersebut.

"Sementara korban disuruh mengambil dahulu STNK ke rumah dan lalu disuruh mengambil ke Polsek Ibun, jika STNK nya sudah ada," katanya.

Setelah korban mendatangi Polsek Ibun, kata Asep, motor korban tidak ada karena motor korban dibawa pelaku yang mengaku anggota polisi.

"Pelaku sudah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan enam buah sepeda motor milik para korbannya," katanya.

Salah satu korbannya Cucun, pengendara sepeda motor Honda Beat warna orange putih nopol D 6026 VBQ. Saat itu korban sedang nongkrong di Kampung Situsari, Desa Talun pukul 14.30 WIB, Jumat (5/1/2018).

Pelaku diringkus di Kampung Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Selasa (9/1/2018) malam pukul 23.00 WIB saat sedang tidur.  Dalam aksinya, tersangka bekerjasama dengan Didi, masih DPO (daftar pencarian orang) warga Kampung Parakanmuncang. Polisi masih memburu pelaku yang buron tersebut. Tersangka dijerat pasal 372 jo 378 KUH Pidana.

Pada saat melakukan pengembangan perkara ini, kata Asep, ada salah satu kendaraan yang dilengkapi STNK asli, tetapi bukan atas nama kepemilikan motor tersebut. "STNK asli itu ditempelkan pada motor hasil kejahatan, dengan cara mengganti plat nomor polisinya," katanya.

Tersangka mengaku, membeli STNK tersebut dari seseorang dengan cara online atau melalui facebook.

Asep mengimbau kepada para orang tua untuk tidak memberikan sepeda motor kepada anak-anak sekolah atau dibawah umur. Pasalnya, disaat ada kejadian seperti ini, orang tua akan waswas.

"Masyarakat jangan sekali-kali menjual STNK sepeda motor karena bisa disalahgunakan pelaku kejahatan untuk mengawinkan motor hasil kejahatan," katanya.

Pengakuan tersangka, motor hasil kejahatan itu dijual dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per unit. Motor yang dijual itu dilengkapi STNK hasil membeli dari temannya, yang tidak sesuai dengan nopol motor hasil kejahatan. Namun ia membuat nopol palsu.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR