Jemaah Haji Dihadapkan Kesulitan Pertahankan Nilai-nilai Ibadah

Haji

Rabu, 28 Agustus 2019 | 14:06 WIB

190828140220-jemaa.jpg

Tok Suwarto

Sekda Pemkot Solo, Ahyani berbicara di depan 400 orang jemaah haji Kota Solo, dalam tasyakuran penyambutan jemaah haji di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo.

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Ahyani, mengingatkan warga Kota Solo yang telah selesai menjalankan ibadah haji, Setelah menyandang status haji atau hajah akan dihadapkan pada kesulitan mempertahankan nilai-nilai spiritual ibadah.

"Semua yang sudah selesai ibadah, seringkali sulit mempertahankan nilai-nilai spiritual ibadah haji. Ukuran nilai-nilai spiritual ibadah haji, di antaranya bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari di masyarakat. Setelah seseorang mendapat julukan Pak Haji atau Bu Hajah, diharapkan tetap menyatu hidup dalam masyarakat," ujar Ahyani, dalam tasyakuran menyambut kepulangan Jemaah Haji Kota Solo, di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo, Rabu (28/8/2019).

Ahyani yang membacakan sambutan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, minta seluruh warga Kota Solo yang telah menjalankan ibadah haji dapat menjaga kualitas ibadahnya. Tolok ukur kualitas ibadah haji dapat dilihat dari meningkatnya kinerja dan amal salehnya.

"Dengan begitu nilai-nilai ibadah haji dapat diterapkan dalam hidup sehari-hari, sehingga kemabruran haji tercapai dan terjaga," tandasnya.

Pada bagian lain, Sekda Pemkot Solo juga menyatakan, budaya dengan Islam tidak saling bertentangan. Para Walisongo menunjukkan bukti, dalam syiar Islam memanfaatkan nilai-nilai budaya di masyarakat.

"Seharusnya Islam dapat lebih mewarnai budaya, sehingga masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam budaya dapat hidup dengan damai," jelasnya.

Dalam penyambutan jemaah haji Kota Solo tersebut, sebanyak 400 orang yang keberangkatannya terbagi dalam dua kloter, masing-masing sebanyak 253 dan 147 orang jemaah hadir. Menurut Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Solo, Syamsuddin, dalam beberapa tahun sampai 2019 ini jumlah jemaah haji Kota Solo yang berangkat ke Tanah Suci rata-rata hanya 400 orang dan pada 2019 ini pulang dalam jumlah utuh.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA