Jemaah Haji Indonesia Tertabrak di Makkah

Haji

Rabu, 24 Juli 2019 | 14:20 WIB

190724141301-jemaa.jpg

MCH2019

Kepala Daerah Kerja Makkah, Subhan Cholid.

SEORANG jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) dikabarkan menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Kota Makkah, Selasa (23/7/2019).

Kepala Daerah Kerja Makkah, Subhan Cholid menyampaikan pelaku penabrak jemaah telah ditangani oleh Kepolisian Arab Saudi.

“Jemaah tersebut telah dibawa ke rumah sakit dan dirawat di sana. Dan yang menabrak  juga sudah diproses di kepolisian, dan dia akan bertanggung jawab hingga korban sembuh,” kata Subhan, saat memberikan keterangan kepada tim Media Center Haji (MCH), Selasa (23/7/2019).

Subhan seperti dilansirkan laman resmi kemenag, Rabu (24/7/2019) menuturkan, insiden tersebut terjadi kemungkinan disebabkan jemaah salah mengantisipasi arah kendaraan di jalanan Kota Makkah.

“Yang bersangkutan hendak menyebrang, kemungkinan karena budaya yang berbeda. Biasanya di Indonesia, kendaaraan itu biasanya melaju di jalur yang kiri, di Arab Saudi ini melaju di jalur yang kanan, dia menolehnya ke  sebelah kiri,” jelas Subhan.

Ia berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Oleh karenanya, Subhan mengimbau jemaah haji Indonesia untuk dapat memperhatikan laku lalu lintas di Arab Saudi. Subhan mengaku pihaknya sudah memberikan video tutorial tentang perilaku berlalu lintas di Arab Saudi yang dapat ditonton jemaah pada pemondokannya masing-masing.

“Kita sudah menayangkan di setiap hotel itu tata cara keselamatan lalulintas bagaimana menaiki kendaraan dan menyebrang jalan, sudah kita tayangkan di setiap hotel itu,” kata Subhan.

Ia juga mengimbau jemaah untuk senantiasa berhati-hati di manapun berada. Termasuk, ketika menggunakan lift di hotel maupun menggunakan eskalator di Masjidil Haram.
"Di Masjidil Haram yang naik pakai eskalator juga harus hati-hati. Sempat dikabarkan ada beberapa jemaah yang kainnya terjepit di tangga eskalator sehingga terjatuh. Kami mengimbau jemaah untuk selalu berhati-hati di mana pun berada. Baik di jalan, di hotel, maupun di Masjidil Haram," tandas Subhan.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA