Bandara Kertajati Gagal Terbangkan Jemaah Haji Tahun Ini

Haji

Sabtu, 8 Juni 2019 | 13:10 WIB

190608131211-banda.jpg

MESKI Pemprov Jabar dan Kemenag Jabar berusaha keras agar Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, bisa pemberangkatan jemaah haji untuk musim haji tahun 2019/1440 H, namun kenyataan berbicara lain. Bandara kebanggaan warga Jawa Barat ini  belum bisa dipergunakan untuk penerbangan haji sehingga pemberangkatan dan pemulangan haji tetap memakai Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Ternyata untuk menjadikan bandara pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji tak semudah yang dibayangkan. Banyak instansi di Indonesia maupun Arab Saudi yang terlibat," kata Kepala Kanwil Kemenag Jabar, H.A. Buchori kepada wartawan PR, Sarnapi, Sabtu (8/6/2019).

Ia menambahkan, untuk membuka slot penerbangan dari Bandara Kertajati tidak lah mudah.

"Harus melibatkan berbagai instansi di Indonesia baik Kementerian Perhubungan, AirNav dan lain-lain. Belum lagi instansi di Arab Saudi termasuk pihak penerbangan Arab Saudi yang melayani jemaah haji Jawa Barat," ucapnya.

Belum lagi dengan biaya tambahan bila membuka penerbangan dari Bandara Kertajati baik untuk avtur maupun personel dari pihak penerbangan.

"Kan harus ada penempatan teknisi, maupun personel lain untuk mengurus adanya penerbangan haji," katanya.

Persoalan lain berkaitan dengan asrama haji karena Kemenag baru akan mulai membangun asrama haji di Indramayu pada tahun  ini sehingga Bandara Kertajati baru bisa dipakai penerbangan haji pada tahun depan.

"Belum adanya asrama haji sehingga Bandara Kertajati belum bisa dipakai untuk penerbangan haji. Tahun lalu juga terkendala masalah yang salah satunya asrama haji ini," katanya.

Rencananya asrama haji akan dibangun di daerah Indramayu karena Pemkab Indramayu sudah menghibahkan tanah sekitar 8 hektare.

"Jarak antara asrama haji Indramayu ke Bandara Kertajati sekitar 45 menit perjalanan dengan bus. Jadi untuk mengangkut jemaah haji dari dan ke bandara tak terlalu lama," katanya.

Asrama haji yang akan dibangun sekelas hotel bintang tiga dengan kapasitas tiga kloter per hari atau sekitar 1.200 orang jemaah.

"Kapasitas asrama haji Indramayu sama dengan Asrama Haji Bekasi karena nantinya akan melayani jemaah haji Jawa Barat bagian timur seperti Kabupaten Majalengka, Indramayu, Cirebon, Ciamis, Kuningan, Banjar, dan Tasikmalaya. Bahkan sebagian Jawa Tengah bagian barat seperti Brebes, Tegal, dan Banyumas bisa ke Asrama Haji Indramayu," ujarnya.

Selain asrama haji yang belum tersedia, menurut Buchori,  fasilitas landasan pacu Bandara Kertajati juga belum memenuhi syarat untuk penerbangan pesawat berbadan lebar.

"Akhirnya untuk tahun ini semua jemaah haji Jawa Barat akan tetap memakai Asrama Haji Bekasi dengan Bandara Soekarno-Hatta. Kami tetap berupaya agar ada satu kloter minimal kloter terakhir yang berangkat dari Bandara Kertajati," katanya.

Buchori optimistis pemberangkatan jemaah haji melalui Bandara Kertajati bisa mulai tahun depan.

"Asalkan mulai tahun ini diurus masalah teknis penerbangan baik dengan lintas instansi di Indonesia maupun Arab Saudi. Untuk membuka penerbangan pesawat ternyata tak seperti membuka trayek bus," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR