Rekam Biometrik Cahaj Asal Pangandaran Akan Dilakukan di Jateng

Haji

Jumat, 15 Maret 2019 | 17:56 WIB

190315175730-rekam.jpg

Agus Supriyatman

Kepala Kemenag Dr H Cece Hidayat MSi saat memberikan sosialisasi hasil ijtima MUI tentang kesehatan Calhaj dan rapat perekaman data biometrik, disalah satu hotel di Pangandaran, Jumat (15/3/2019).

TAHUN ini, rekam biometrik menjadi syarat baru untuk proses mendapatkan visa haji 2019. Sebelumnya biometrik dilakukan saat jemaah haji telah berada di asrama haji.

Menanggapi perubahan regulasi tersebut, Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran merencanakan proses rekam biometrik bagi calon jemaah haji Kab. Pangandaran dilakukan di VFS Tasheel Powokerto Jawa Tengah. Hal itu mengingat akses tempuh lebih dekat.

"Persyaratan untuk keluarnya visa harus melakukan rekam biometerik begitupun juga umrah. Untuk biometrik jemaah haji Pangandaran rencannya akan dilakukan di Powokerto mengingat aksesnya lebih dekat dibandingkan ke Cirebon dan Bandung," kata Kepala Kemenag Dr H Cece Hidayat MSi saat memberikan sosialisasi hasil ijtima MUI tentang kesehatan Calhaj dan rapat perekaman data biometrik, disalah satu hotel di Pangandaran, Jumat (15/3/2019).

Dia memastikan, hal ini akan ditinjau langsung oleh Kepala Seksi Haji dan Umrah ke VFS Powokerto untuk memastikan waktunya. Kunjungan tersebut untuk mempermudah bagi jemaah melakukan proses perekaman dan menghindari jemaah untuk tidak mengantri dengan cukup lama dan menghindari penumpukan jemaah di kantor VFS Tasheel dalam melakukan rekam biometrik.

Sementara, Kepala seksi Haji dan Umrah, H. Ujang Sutaryat, M.Ag menjelaskan, nantinya persyaratan yang harus dibawa saat biometerik cukup pasport haji dan KTP.

"Persyaratan yang harus dibawa nanti ketika perekaman data biometrik cukup paspor dan KTP. Untuk teknis pemberangkatan rencananya kita akan serahkan ke (KBIH) masing-masing, yang jelas nanti kita akan akomodir," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR