Miris, Siswi SMP Jadi Penari Striptis

ilustrasi/net

Miris, Siswi SMP Jadi Penari Striptis

GalaCrime

Senin, 20 Maret 2017 | 22:50 WIB

Wartawan: Deni Kusmawan

DITEMUKANNYA siswi SMP menjadi penari striptis dalam pengerbekan polisi di tempat hiburan tarian telanjang  di lokalisasi prostitusi Kompleks Sunan Kuning, Semarang, menambah deretan kasus ekploitasi seks anak dibawah umur.

Siswi SMP berinisial W (17) mengaku dibayar Rp 55 ribu untuk satu jam menari tanpa busana.

"Kejadiannya sekitar pukul sepuluh malam. Selain anak di bawah umur, kami juga tahan penari lain serta manajer karaokenya juga," kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Komisaris Besar Polisi, Djarod Padakova, di Semarang, Senin (20/3/2017).

Penggerebekan dilakukan anggota Subdit IV Dit Reskrimum Polda Jateng di Karaoke Barbie 1, Sunan Kuning, pada Kamis (2/3/2017) lalu. Pada saat pengerbegan itu lah,  W bersama sembilan gadis lain kepergok sedang menari telanjang dengan sejumlah tamu.

Dalam penanganan kasus tersebut, W tidak ditahan karena anak yang dikatagorikan masih dibawah umur ini sebagai korban. Setelah pihak kepolisian mengembangkan kasus tersebut, ternyata ada dua anak dibawah umur lainnya yang diperkerjakan di sana sebagai penari.

Bahkan pihak kepolisan juga mencium dipekerjakanya tiga gadis di bawah umur bekerja di salah satu spa di Semarang. Selain itu juga dalam pengembangan di Pemalang, ditemukan empat gadis di bawah umur dipekerjakan sebagai pemandu karaoke.

Pihak kepolisian telah mengamankan 7 orang tersangka. Merek adalah Dimas Putra, Lilik Sutrimo, Purwanto, Ghadina Putera Anindika, Sri Wahyuni, M Soleh dan Defdi Dewantoro.

Dalam aksi eksploitasi anak di bawah umur tersebut, pelaku mengiming-iming bayaran tinggi, penari striptis Rp 400 ribu/ jam, pemandu karaoke Rp 40 ribu. Sedangkan terapis pijat dibayar Rp 20 ribu per sesi pijatan.

Tersangka dijerat pasal pasal 30 dan atau 34 dan atau 36 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Mereka juga terancam tindak pidana perdagangan orang sesuai Pasal 2 jo Pasal 17 UU Nomor 22 tahun 2007.

Editor: Deni Kusmawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR