181011182351-ijti-.jpg

Darma Legi

IKATAN Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat bersama sejumlah seniman Kota Bandung menggelar aksi penggalangan dana bagi korban bencana di Sulawesi Tengah, di Cikapundung Riverspot, Jln. Ir. Sukarno, Kota Bandung, Kamis (11/10/2018).

IJTI Jabar dan Seniman Galang Dana untuk Korban Bencana Palu dan Donggala

Foto

Kamis, 11 Oktober 2018 | 18:23 WIB

Wartawan:


IKATAN Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jabar menggelar kegiatan charity bersama pemprov Jabar, Komunitas Musisi Mengaji (Komuji) dan Yayasan Harapan Amal Mulia, digelar di Cikapundung River Spot jalan cikapundung barat, Kamis (11/10/2018). Dalam kegiatan tersebut mengundang komunitas musisi mengaji (Komuji), dengan tampilan musik dan puisi.

Menurut Ketua IJTI Jabar, Iman S Nurdin, kegiatan amal ini ditunjukan bagi korban gempa palu dan donggala di Sulawesi Selatan, pada Jumat (28/9/2018) lalu.

"Kami terketuk untuk membantu saudara kami di Sulawesi Tengah. Nantinya sumbangan akan kami tunggu di sekretariat IJTI Jabar, sebelum didistribusikan langsung ke Palu,’’ungkap dia.

Sementara itu salah satu relawan yayasan Amal Mulia, yang datang ke Palu pasca gempa, Riffa Anggadhitya, menjelaskan, kondisi di Palu lima hari pasca gempa masih belum kondusif.

"Saya kebetulan relawan dari Bandung yang datang pertama kali. Perjalanan ke Palu dari Bandung sendiri, memakan waktu empat sampai lima hari," jelas Rifa dihadapan pengunjung kegiatan charity di Cikapundung River Spot.

Riffa menjelaskan, kondisi di Palu saat lima hari pasca gempa sangat diluar dugaan. "Bantuan yang datang saat itu tanggal 1 oktober masih berada di kapal perang KRI TNI AL, dan relawan yang datang pertama kali tanggal 2 oktober turun ke Palu melihat kondisi Palu sangat memprihatinkan," paparnya.

Selain fenomena sebagian pengungsi Palu yang melakukan penjarahan, potret masyarakat Palu yang banyak  mendirikan tenda pengungsian di pedalaman sangat membuat prihatin para relawan.

"Kami memberikan bantuan kepada masyarakat itu selepas Magrib, supaya lebih aman. Kalau siang hari kami tak berani membagikan karena khawatir di jarah di jalan," paparnya.

Untuk penerangan pun, masih belum pulih sepenuhnya. "Selain Kondisi pengungsi yang masih mengkhawatirkan, intensitas gempa susulan yang terus-terusan berlangsung," jelasnya.

Sementara itu, kondisi bangunan rumah warga di Palu dan Donggala banyak yang rusak parah. "Kami berkeliling melakukan evakuasi terhadap korban gempa yang meninggal, sangat banyak, mungkin puluhan ribu rumah warga rusak," jelasnya.

Warga yang berada di pengungsian, menurut Riffa berterima kasih atas bantuan relawan Amal Mulia dari Bandung. "Warga di palu, donggala, dan petobo berterima kasih kepada relawan asal Bandung dan warga Bandung yang membantu korban gempa Palu," pungkasnya

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR