Pemkot Cimahi Bakal Data Ulang Rutilahu

Ginanjar Arief Pratama

PEMILIK rumah, Elis Kartini (56) membuka plastik yang menutup rumahnya yang mulai rusak,di Gang Bakti 7, Kelurahan Cibereum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (16/4/2018). Pemerintah Kota Cimahi akan mendata ulang penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, agar tepat sasaran.

Pemkot Cimahi Bakal Data Ulang Rutilahu

Foto

Senin, 16 April 2018 | 17:20 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

PEMERINTAH Kota Cimahi akan mendata ulang Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang belum terehabilitasi melalui bantuan. Pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah keseluruhan rumah tidak layak huni di Cimahi.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kotw Cimahi, M. Nur Kuswandana, mengatakan, berdasarkan pendataan terakhir yang dilakukan pada 2016, ada sebanyak 2.500 rumah yang masuk daftar tunggu untuk direhabilitasi.

"Sekarang belum diupdate lagi daftar tunggunya. Insya Allah tahun ini akan diupdate data lagi biar jumlah penerima bantuannya jelas dan tepat sasaran," tuturnya saat ditemui di Gedung Cimahi Technopark, Senin (16/4/2018).

Menurut Nur, dengan mendata kembali, maka akan diketahui jumlah terbaru yang masuk daftar tunggu Rutilahu dan harus diberikan bantuan perbaikan dari pemerintah.

Untuk itu, Nur meminta bagi warga yang memang rumahnya termasuk kategori tidak layak huni dan belum terdaftar, agar segera melapor ke pihak RT maupun RW setempat agar bisa dilaporkan ke pihak kelurahan.

Dari laporan kelurahan, maka akan dilaporkan ke Wali Kota Cimahi lewat daftar Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) untuk perbaikan Rutilahu. Berdasarkan usulan itu, kemudian Wali Kota mendisposisikan usulan CPCL kepada DPKP.

"Kalau sudah ada data dan laporannya, kemudian akan kami verifikasi kelayakan usulan tersebut. Dari hasil verifikasi, baru nanti itu dilakukan seperti sosialisasi kepada masyarakat calon penerima bantuan," ujarnya.

Pemerintah Kota Cimahi sendiri menargetkan sebanyak 1.490 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kota Cimahi akan selesai direhabilitasi sepanjang tahun 2018.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR