180710104139-gara-.jpg

The Sun

Gara-gara Kaos Kaki, Kapten Swedia Terancam Denda Rp1 Miliar

Fifa World Cup

Selasa, 10 Juli 2018 | 10:41 WIB

Wartawan: Brilliant Awal

SUDAH jatih tertimpa tangga. Itulah yang dialami oleh Kapten Swedia, Andreas Granqvist. Setelah harus pulang kampung karena timnya Swedia disingkirkan Inggris di perempat final Piala Dunia 2018, koceknya kini terancam tersedot 50.000 poundsterling atau setara Rp954 juta.

Hal itu ternyata hanya gara-gara kaos kaki.

Ya, FIFA menetapkan denda cukup besar karena Granqvist ngotot mengenakan merek kaus kaki yang bukan menjadi bagian sponsor Piala Dunia 2018. Sepanjang turnamen akbar itu, ia mengenakan kaus kaki buatan Devon, Inggris, bermerek Trusox.

Baca Juga: Kroasia Posting Selebrasi Anti-Putin, Rusia Habis-habisan Dukung Inggris

Ditulis solopos, Pemain 33 tahun ini sebenarnya sudah diperingatkan FIFA agar mencopot kaus kaki berwarna kuning dengan aksen hitam itu saat melawan Inggris di perempat final, akhir pekan lalu.

Entah karena menganggap kaus kaki itu sebagai jimat atau keberuntungan, bek FC Krasnodar ini mengabaikan perintah FIFA dan hanya melapis kaus kaki tersebut dengan plester warna kuning. Upaya ini diketahui FIFA sehingga pemain yang baru saja dikaruniai anak kedua itu terancam didenda hampir Rp1 miliar.

Baca Juga: Wasit Uruguay Andres Cunha Pimpin Laga Belgia vs Prancis

Kaus kaki bermerek yang dikenakan Granqvist sebenarnya biasa dikenakan pesepakbola terutama di kompetisi Liga Utama Inggris. Para pemain bintang seperti Luis Suarez, Alexis Sanches, dan Radamel Falcao bahkan biasa menggunakan kaus kaki Trusox saat membela klub masing-masing di kompetisi negara Eropa.

Teknologi khusus dan desain yang nyaman membuat kaus kaki itu lebih banyak digunakan para pesepakbola di Eropa selama ini.

Sayangnya, Piala Dunia 2018 dikenal sebagai ajang yang amat ketat untuk urusan komersial. FIFA tegas melarang ekspos merek tertentu yang tidak memiliki kerja sama dalam kompetisi itu. Ini karena sponsor turnamen tersebut sudah mengeluarkan dana begitu fantastis sehingga harus diutamakan promosinya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR