Laga Pembuka Rusia dengan Arab Saudi Ternyata Diboncengi Kepentingan Minyak

aawsat.com

Laga Pembuka Rusia dengan Arab Saudi Ternyata Diboncengi Kepentingan Minyak

Fifa World Cup

Kamis, 14 Juni 2018 | 23:52 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

PERTEMUAN Rusia dan Arab Saudi di laga pembuka Piala Dunia 2018 malam ini, Kamis (14/6/2018), rupanya juga dimanfaatkan petinggi kedua negara untuk membicarakan kesepakatan penambahan produksi minyak sekitar satu juta barel per hari.

Penambahan produksi minyak itu nantinya akan dilakukan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) bila para negara anggota menyetujui rencana tersebut. Arab Saudi dan Rusia tergabung dalam OPEC+.

Dikutip dari Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman dikabarkan akan bertemu usai kedua negara bertanding untuk membahas kesepakatan tersebut.

"Keduanya akan membahas perjanjian produksi minyak global, tetapi tidak berencana untuk membahas jalan keluar dari kesepakatan itu," tulis Reuters atas informasi dari juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Kedua negara itu berencana meningkatkan produksi minyak global demi menenangkan kekhawatiran konsumen terkait pasokan dan harga minyak dunia yang sudah mencapai US$80 per barel, tertinggi sejak 2014.

Kendati demikian, Iran, Venezuela, dan Irak yang juga merupakan anggota OPEC dikabarkan tidak setuju dengan rencana peningkatan produksi minyak karena akan menurunkan harga.

Sementara itu, kebijakan pemangkasan produksi minyak yang telah dijalankan OPEC dalam 18 bulan terakhir, telah sukses mengerek harga.

Meski rencana peningkatan produksi telah diwacanakan, namun keputusan jumlah produksi minyak baru akan dibahas oleh seluruh anggota OPEC pada pertemuan di Wina, Austria, pada 22-23 Juni mendatang.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa dunia berpotensi mengalami kesenjangan pasokan minyak pada 2019 bila OPEC tidak menaikkan jumlah pasokan demi menutup kebutuhan minyak global.


Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR