180607122305-pertama-di-eropa-tak-ingin-kecolongan-teroris-prancis-larang-even-nonton-bareng-piala-dunia.jpg

dailymail

Pertama di Eropa, Tak Ingin Kecolongan Teroris Prancis Larang Even Nonton Bareng Piala Dunia

Fifa World Cup

Kamis, 7 Juni 2018 | 12:23 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

Prancis menjadi negara pertama yang memberlakukan larangan total nonton bareng Piala Dunia di area terbuka yang akan mengundang massa dalam jumlah banyak. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, ini dilakukan sebagai pencegahan aksi serangan teror.

Pengumuman resmi kementerian dalam negeri menyebut semua area yang sebelumnya digunakannya untuk nonton bareng saat Piala Eropa 2016, kini tak bisa digunakan. Larangan diberlakukan dengan alasan keamanan. Selama ini gelaran nonton bareng yang biasa diadakan di sejumlah titik kota mengundang ribuan pencinta bola untuk menyaksikan tim kesayangan mereka beraksi lewat layar lebar.

Ribuan suporter biasa memenuhi titik-titik ikonik Paris untuk nonton bareng.

Lebih dari satu juga orang pencinta bola menyerbu Prancis untuk gelaran Euro 2016 dan 200.000 di antaranya dari Inggris.

"Diingatkan kepada semua pejabat berwenang bahwa even zona layar lebar dilarang digelar di ruang publik. Di tengah kondisi dengan ancaman teroris saat ini, prosedur keamanan yang digunakan di Kejuaraan Eropa terakhir harus diterapkan dengan tingkat efisiensi yang sama." Demikian kutipan rilis resmi kementerian.

Laporan media setempat, beberapa pejabat metropolitan di kota-kota kecil Prancis dapat mengabaikan arahan dan tetag menggelar nonton bareng. Tetapi kementerian memperingatkan dewan lokal jika even tersebut menjadi tanggung jawab mereka, termasuk biaya instalasi.

Fan zone biasanya berada di pusat kota.

Puluhan ribu warga berkumpul di area Eiffel Tower untuk menyaksikan final Euro 2016 antara Prancis kontra Portugal.

Selain itu even hanya dapat diadakan di area tertutup atau dengan kontrol ketat meliputi stadion, tempat olahraga, ruang konferensi dll. Ancaman serangan teror di Prancis sejauh ini tetap tinggi ditandai dengan sejumlah serangan teror dalam dua tahun sejak Piala Eropa.

Bulan ini misalnya seorang imigran Chechnya berusia 18 tahun Khamzat Azimov melakukan serangan dengan pisau di pusat kota Paris hingga menewaskan satu orang dan belasan lainnya luka-luka. Sebelumnya Prancis memberlakukan status emergensi menyusul serangan di Nice dan Paris tahun lalu dengan jumlah korban 216 jiwa. Belum ada laporan mengenai larangan serupa di negara Eropa lainnya.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR