Permaisuri Wajib Kenakan Kimono 12 Lapis, Banzai.. Megahnya Prosesi Kaisar Baru Jepang

Dunia

Rabu, 23 Oktober 2019 | 15:36 WIB

191023155603-perma.jpg

net

Kaisar Jepang Naruhito resmi naik tahta pada Selasa (22/10/2019) kemarin dalam prosesi berusia ratusan tahun dengan  dihadiri  pejabat tinggi dari lebih 180 negara serta perwakilan berbagai monarki di dunia. Di hadapan rakyat Negeri Sakura ayah satu putri itu berjanji untuk memenuhi tugasnya sebagai simbol negara.

Dikutip dari DailyMail, Naruhito dan Masako menjadi kaisar dan permaisuri pada 1 Mei lalu dalam upacara tradisional pertama yang berlangsung singkat. Puncaknya prosesi dituntaskan dalam ritual Sokui no Rei yang jauh lebih rumit di istana kerajaan.

Tahta Krisantemum.

Empress Masako dalam 12 lapis kimono dengan berat 15 kg.

The procession.

"Aku bersumpah akan bertindak sesuai dengan konstitusi dan memenuhi tanggung jawab sebagai simbol negara dan persatuan rakyat," ujar kaisar berusia 59 tahun itu dengan disaksikan sekitar 2.000 tamu, termasuk Pangeran Charles dari Inggris.

"Aku dengan tulus berharap  Jepang akan berkembang  dan berkontribusi pada persahabatan dan kedamaian komunitas internasional, juga dalam kesejahteraan dan kemakmuran manusia melalui kebijaksanaan rakyat dan upaya yang tanpa henti."

Banzai!

Newly enthroned.

Naruhito, kaisar Jepang pertama yang lahir setelah Perang Dunia Kedua dipastikan naik tahta ketika ayahnya, Akihito menjadi raja Jepang pertama yang turun tahta dalam dua abad terakhir dengan pertimbangan kesehatan. Akihito mundur di usia 85 tahun.

Awalnya usai Sokui no Rei bakal digelar perayaan khusus yang juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Namun menyusul Topan Hagibis yang menewaskan sedikitnya 82 warga, pihak ista membatalkannya demi menghormati mereka yang terdampak bencana.

Keluarga inti Kaisar Naruhito memasuki istana.

Parade publik ditunda hingga bulan depan untuk memungkinkan pemerintah  mencurahkan perhatian sepenuhnya pada dampak topan. Cuaca buruk pada Selasa kemarin pun memaksa istana mengurangi jumlah anggota keluarga yang mengenakan jubah kuno dalam upacara di halaman.

Ditandai  bunyi gong di Matsu-no-Ma atau Hall of Pine, ruangan paling suci di istana, dua anggota istana membungkuk dalam-dalam dan menarik tirai ungu Takamikura setinggi 6,5 meter dengan berat tak kurang dari 8 ton, tempat kaisar baru berdiri.

Pewaris tahta berikutnya, Pangeran Akishino.

Putri Kiko, mengikuti prosesi penetapan sebagai Putri Mahkota.

Naruhito mengenakan jubah oranye dan hiasan kepala hitam dengan dua dari tiga regalia atau harta peninggalan tersuci tahta Jepang berupa  pedang kuno dan permata yang ditempatkan dalam kotak khusus. Sementara Permaisuri Masako yang berpendidikan Harvard mengenakan jubah 12 lapis dengan bobot 15 kg dan tatanan rambut tradisional. Ia berdiri di depan singgasana yang lebih kecil di samping Naruhito.

Perdana Menteri Shinzo Abe berikutnya menyampaikan pidato ucapan selamat,  disusul  para pejabat termasuk Pangeran Mahkota Akishino, adik kaisar, dan keluarga yang semuanya mengenakan jubah berwarna cerah. Tamu lainnya termasuk Sekretaris Transportasi AS Elaine Chao dan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi.

Sumpah Naruhito.

Abe sendiri menyampaikan selamat dengan ucapan “Banzai” yang ditandai gerakan mengangkat kedua tangan. Banzai dalam bahasa Jepang berarti long live The King atau dalam terjemahan bebas bisa diartikan “Hidup Raja!”. Penahbisan Naruhito pun disambut rakyat Jepang yang berharap kaisar baru akan membawa Jepang ke panggung internasional.


Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA