Bertabur Tiara dan Gaun Wah, Hadiri Penobatan Kaisar Jepang Bangsawan Dunia Curi Perhatian

Dunia

Rabu, 23 Oktober 2019 | 11:30 WIB

191023140031-berta.jpg

dailymail

Gaun-gaun glamour, topi-topi bangsawan, dan perhiasan tak ternilai mewarnai upacara resmi kenaikan tahta Kerajaan Jepang yang kini dipimpin Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako kemarin. Digelar di Imperial Palace Tokyo dalam prosesi tradisional berusia ratusan tahun, upacara berlangsung tak hanya khusyuk tapi juga penuh dengan kemegahan tradisi.

Selain itu, kehadiran para tamu dari berbagai kerajaan di dunia tak kurang menarik perhatian. Terutama para ratu dan calon ratu serta pejabat dan kalangan bangsawan. Salah satunya karena mereka hadir dengan penampilan terbaik.

Di antaranya Ratu Letizia dari Spanyol, Ratu Maxima dari Belanda dan Ratu Mathilde dari Belgia. Ada juga  putri mahkota Denmark Mary, Putri Mahkota Swedia Victoria, dan First Lady Thailand Naraporn Chan-ocha.

Naruhito dan Masako menjamu sekitar 2.000 tamu usai penahbisan.

Penahbisan berlangsung dalam prosesi yang rumit.

Empress Masako.

Naruhito menjadi kaisar pada 1 Mei dalam upacara pertama yang berlangsung cukup singkat. Namun prosesi belum sepenuhnya usai sampai digelar Sokui no Rei kemarin di istana kerajaan yang berlangsung rumit. Menandai kepemimpinanya, Naruhito membacakan sumpahnya.

"Aku bersumpah akan bertindak sesuai dengan konstitusi dan memenuhi tanggung jawabku sebagai simbol negara dan persatuan rakyat," demikian sumpah kaisar berusia  59 tahun itu di depan sekitar 2.000 tamu, termasuk Pangeran Charles dari Inggris.

Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Putri Mahkota Victoria ; Ratu Mathilde dan Raja Philippe dari Belgia.

Ratu Maxima dari Belanda; PM Thailand Prayut Chan-o-cha dan istri Naraporn.

Ia berharap Jepang akan berkembang lebih maju  dan berkontribusi pada persahabatan dan perdamaian dunia. Naruhito juga bertekad memastikan kesejahteraan dan kemakmuran tak hanya bagi rakyat Jepang tapi juga komunitas internasional.

Naruhito, kaisar Jepang pertama yang lahir setelah Perang Dunia Kedua menerima tanggung jawab atas tahta kekaisaran Negeri Sakura ketika sang ayah, Akihito memutuskan turun tahta. Keputusan yang tak pernah dilakukan dalam dua abad itu dilakukan dengan pertimbangan kesehatan.

Raja dan Ratu Belanda.

Permaisuri Masako.

Putri Mahkota Denmark Mary dan Pangeran Frederick.

Raja dan Ratu Spanyol, Letizia dan Felipe.

Sementara itu, di antara para tamu yang menjadi perwakilan monarki dunia, Ratu Letizia dari Spanyol kali ini tampil berbeda dengan bando. Mengenakan gaun bermotif bunga rancangan desainer Spanyol Matilde Cano, ia memadukannya dengan aksesori ikat kepala merah muda. Sesuatu yang tak pernah dilakukan sebelumnya. Dan meski tak tampil beda seperti Letizia, para tamu lainnya tetap hadir dengan gaun elegan.

Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA