#PrayForJapan Fenomena Magis Scattering, Jelang Topan Hagibis Langit Negeri Sakura Berubah Warna

Dunia

Minggu, 13 Oktober 2019 | 14:06 WIB

191013140642--pray.jpg

dailymail

Sehari sebelum topan Hagibis menghantam Tokyo, Jepang, Sabtu (12/10/2019) kemarin, timeline sejumlah media sosial sudah lebih dulu diramaikan tagar #PrayForJapan. Tak itu saja tagar juga disertai postingan yang sama: foto-foto langit Negeri Sakura yang mendadak berwarna ungu.

Laporan NHK topan Hagibis menelan sedikitnya  10 orang meninggal setelah menyapu  prefektur Chiba, Gunma, Kanagawa, dan Fukushima. Topan terkuat yang menerjang Tokyo sejak 1958 itu juga melumpuhkan ibu kota menyusul luapan sungai yang membanjiri permukiman dan membuat hampir setengah juta rumah tidak teraliri listrik.

Calm before the storm..

Killer beauty. (net)

Fenomena scattering. (net)

Dan dari postingan netizen di sejumlah wilayah yang termasuk jalur yang dilalui topan, langit berubah menjadi violet.  Rupanya perubahan warna langit ini menjadi pertanda kedatangan topan. Postingan langit ungu serta pink terang dari Negeri Sakura itu pun membuat perasaan netizen campur aduk.  Dibuat takjub dengan keindahannya, mereka juga dilanda kecemasan dengan bencana yang menjelang.

Postingan meramaikan timeline saat evakuasi ratusan  ribu warga dilakukan. Tak sedikit yang menyebut fenomena yang beberapa kali terekam di langit Amerika menjelang badai itu layaknya “keindahan maut”.    Ahli meteorologi menyebut langit yang mendadak indah itu merupakan efek dari fenomena yang dikenal dengan scattering atau "hamburan cahaya."

Menghantam pesisir.

Ratusan ribu warga dievakuasi.

“Ketika sinar matahari menyinari Bumi, sebagian besar  spektrum warnanya mampu mencapai permukaan tanpa gangguan," ujar meteorolog Lauren Rautenkranz mengomentari badai Michael pada tahun 2018. "Tetapi panjang gelombang warna biru dan ungu yang lebih pendek tersebar ke setiap arah. Cahayanya kemudian memantul antarpartikel hingga menyebabkan warna ungu magis di langit," katanya.

Selain topan,  bencana kali ini juga memicu longsor di pulau utama  Jepang, Honshu pada Sabtu malam disusul gempa dengan magnitudo 5,7 di Tokyo.  Topan Hagibis diperkirakan menuju laut pada Minggu malam setelah bergerak hingga ke pulau di bagian utara Hokkaido.

Susul menyusul dengan longsor dan gempa.

#PrayForJapan

Perdana Menteri Shinzo Abe yang menggelar pertemuan darurat dengan para menteri terkait  menyampaikan belasungkawa pada keluarga korban tewas serta menyatakan pemerintah berupaya menyelamatkan warga dan properti milik mereka. "Pemerintah bekerja sama dengan badan terkait akan berupaya mengembalikan pelayanan umum sesegera mungkin," ujarnya.


Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA