Twiter Turun Tangan, Ancam Luluhlantakkan Ekonomi Turki Tagar #DieTrump Ditarik dari Trending Topic

Dunia

Rabu, 9 Oktober 2019 | 13:47 WIB

191009134703-twite.jpg

dailymail

Twitter akhirnya meminta maaf setelah tagar #MahvolursunTrump menjadi trending topic di Turki. Dikutip dari DailyMail kemarin, sempat menghiasi timeline media sosial selama beberapa saat, Twitter langsung mencabutnya.

Tagar yang dalam bahasa Inggris berarti thou perish atau #DieTrump itu tren setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan “meluluhlantakkan” perekonomian Turki. Ancaman dilayangkan jika sampai Presiden Recep Tayyip dinilai melakukan tindakan militer terlarang di Suriah.

"Frasa Mahvolursun-Trump ini seharusnya tidak muncul dalam daftar tren dan kami mohon maaf atas kesalahan ini," ujar juru bicara Twitter dalam sebuah pernyataan kepada DailyMail.com. "Kadang-kadang, kami mencegah konten tertentu dari tren dan itu yang kami lakukan dengan tren ini."

Trump bertemu para jenderal usai keputusan menarik pasukan di perbatasan Suriah.

Tren #DieTrump mengudara beberapa jam setelah Gedung Putih mengumumkan untuk  menarik pasukan dari perbatasan utara Suriah. Langkah yang membuat pasukan Kurdi di wilayah tersebut rentan terhadap serangan yang direncanakan  Turki.

Keputusan Trump menarik pasukan sendiri disambut  kritik bipartisan yang luas karena Kurdi merupakan  salah satu sekutu utama Amerika dalam memerangi ISIS di Suriah. Meski tak mengutuk tindakan militer Turki, Trump melancarkan ancaman melalui Twitter sebagai peringatan Turki akan menghadapi konsekuensi serius jika melakukan tindakan “melewati batas”.

Titik konflik.

“Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, hanya untuk mengulangi, jika Turki melakukan sesuatu yang dianggap terlarang, saya akan benar-benar menghancurkan dan melenyapkan ekonomi Turki (yang telah dilakukan sebelumnya!)”.

“Mereka harus, bersama Eropa dan yang lainnya, mengawasi para pejuang ISIS yang ditangkap. AS telah melakukan jauh lebih banyak daripada yang bisa diharapkan siapa pun, termasuk menangkap 100% kekhalifahan ISIS. Sekarang saatnya pihak lain di wilayah iniuntuk melindungi wilayah mereka sendiri.”

Demikian kutipan serangkaian cuitan Trump yang juga menuai banjir komentar. Di antaranya dari politisi nasionalis sayap kiri Patriotic Party, Dou Perinçek yang juga menyertakan tagar #MahvolursunTrump.  “Mr. Trump, Anda hanya akan menghancurkan Amerika.” Hampir 6.000 cuitan dengan hashtag serupa menyusul komentar Perinçek.

The comments.

Ada juga yang menyebut Trump “ular”, “monster”, dan “teroris terhebat di dunia”. “Bagaimana dan mengapa kita bisa sampai pada titik di mana seorang presiden merasa  memiliki kekuatan dan kebebasan untuk mencoba menggertak dan mengancam negara lain secara terbuka? Kita tahu Amerika Serikat dan pemimpin besar kepala lainnya selalu melakukannya tapi dengan cara-cara seperti ini? Di [Twitter] pula?” Demikian komentar seorang netizen Turki.

Tidak jelas berapa lama tagar #DieTrump menjadi tren sebelum Twitter  menghapusnya dari daftar Tren Teratas. Aturan Twitter menyatakan platform akan mencegah konten yang dinilai mengancam kekerasan terhadap seseorang atau sekelompok orang.

Peringatan Trump.

Sementara itu, rezim Presiden Bashar al-Assad Senin mengklaim pemerintah  Turki sudah mulai meluncurkan serangan udara melintasi perbatasan. Pejabat Turki sendiri dilaporkan membantah melakukan serangan. Terakhir Trump menyebut  kebangkitan ISIS tidak akan lagi menjadi perhatian langsung Amerika menyusul penarikan pasukannya dari perbatasan Suriah-Turki yang dikuasai Kurdi.

Trump menyebut titik yang dilanda konflik ini “bukan kawasan bersahabat” dan sudah seharuasnya menyelesaikan persoalan tanpa AS. “Iran contohnya. Mereka membenci ISIS dan ISIS pun membenci Iran. Lalu Irak, Anda tahu semua tentang negara ini. Juga Turki dan Suriah. Biarkan mereka mengurusnya. Biarkan mereka yang mengurusnya. Kami ingin membawa pasukan kami kembali pulang,” ujarnya di Gedung Putih kemarin.


Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA