Apple dan Google Bungkam, Pemerintah Arab Saudi Kembangkan Aplikasi Pelacak Istri bagi Para Suami

Dunia

Rabu, 18 September 2019 | 10:21 WIB

190918102129-dikem.jpg

dailymail

Menolak mencabut aplikasi Absher, Apple dan Google dituding ikut membantu diskriminasi terhadap perempuan Arab Saudi. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, aplikasi di dua platform raksasa itu memungkinkan para pria melacak wanita dan menghentikan mereka yang berniat meninggalkan negara Timur Tengah tersebut.

Absher yang tersedia di Google Play dan iTunes store merupakan aplikasi yang dikembangkan  pemerintah Saudi. Aplikasi yang satu ini memungkinkan pria atau wali menentukan kapan dan bagaimana perempuan yang berada dalam tanggung jawabnya melintasi perbatasan Saudi. Absher bahkan bisa memperingatkan mereka yang hendak melakukannya.

"No escape."

“Fitur perjalanan” Absher ini dianggap sejumlah aktivis serta mereka yang ingin keluar dari Saudi sebagai faktor utama yang membatasi perempuan Saudi menginjakkan kaki di negara lain. Aplikasi ini memungkinkan wali untuk menyatakan ke negara mana saja perempuan  bisa pergi, untuk berapa lama dan  di bandara mana mereka diizinkan pergi. Peringatan akan muncul di layar saat seorang perempuan  meninggalkan area tertentu.

Ini berlaku untuk istri ataupun anak perempuan. Dalam sejumlah kasus beberapa yang mencoba melakukannya berakhir dengan penangkapan. Wali juga dapat dengan mudah melihat izin mana yang aktif dan  jika perlu mereka bisa merevisinya.
Human Rights Watch dan Amnesty International menyatakan keprihatinannya atas aplikasi yang sejauh ini sudah diunduh satu juta kali dari Google dan Apple.

Picu keprihatinan.

“Apple dan Google memiliki aturan terhadap aplikasi yang memfasilitasi ancaman dan pelecehan. Aplikasi seperti ini dapat memfasilitasi pelanggaran hak asasi manusia, termasuk diskriminasi terhadap perempuan,” ujar Rothna Begum, pakar Timur Tengah untuk Human Rights Watch  kepada The Insider.

Ia menambahkan, dalam mengevaluasi izin suatu aplikasi, penyedia harusnya mempertimbangkan konteks yang lebih luas dari tujuan aplikasi tersebut, bagaimana aplikasi  digunakan dalam praktiknya, dan apakah ikut memfasilitasi pelanggaran serius. “Perusahaan harus menerapkan pengawasan ekstra pada aplikasi yang khususnya dioperasikan pemerintah,” lanjutnya.

Izin meliputi negara dan bandara yang digunakan.

Absher sendiri memiliki fungsi lain yang tak dianggap sebagai pembatasan, di antaranya pengaran agenda, jadwal harian dan lainnya. Persoalannya ada pada fitur perjalanan yang menyertakan pengawasan ketat wali. Terkait hal ini Begum menegaskan, “Aplikasi ini bersifat umum dan pemerintah dapat dengan mudah menghapus fungsionalitas pelacakan perwaliannya dengan tetap menawarkan fungsi  lainnya.”

Hal senada diungkapkan  Dana Ahmed, peneliti Arab Saudi untuk Amnesty International.  Ia mengecam fitur perjalanan aplikasi Absher. “Peringatan lewat SMS untuk mereka yang dianggap melanggar izin bepergian ini contoh lain bagaimana pemerintah Arab Saudi menerapkan media yang membatasi kebebasan wanita,” katanya.

Izin bisa direvisi wali.

Dana juga menyatakan, “Pelacakan perempuan dengan cara seperti ini membatasi gerakan mereka dan sekali lagi menjadi bukti sistem diskriminasi  di bawah undang-undang perwalian." Sementara itu organisasi hak asasi manusia telah meminta Apple dan Google untuk menghilangkan aplikasi Absher namun sejauh ini keduanya belum memberikan komentar.

Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA