Kutip Ayat Alquran, Putin Serukan Perdamaian di Yaman

Dunia

Selasa, 17 September 2019 | 20:20 WIB

190917202057-kutip.jpg

alinea.Id

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyerukan perdamaian di Yaman dengan mengutip ayat suci Alquran.

Dilaporkan kantor berita Russia Today, momen tersebut terjadi pada Senin (16/9/2019), saat orang kuat di Rusia itu berbicara di Ankara, Turki, bersama Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Ayat Alquran yang ia kutip tepatnya berasal dari Surat Ali Imran ayat 103.

"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu saling bermusuhan, lalu Dia mempersatukan hatimu, dan jadilah kamu, atas karunia-Nya, saudara-saudara," kata Putin.

Selain itu, Putin juga mengutip ajaran lain dari Alquran, yakni tentang penggunaan kekuatan, yang hanya sah jika dipakai untuk membela diri.

Dirinya mengutip terjemahan ayat 190 dari Surat Al Baqarah, yang berbunyi, "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang berperang melawanmu, tetapi janganlah melampaui batas. Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Sambil sedikit bercanda, ia menyarankan Arab Saudi membeli sistem pertahanan udara Rusia, seperti yang telah dilakukan Iran dan Turki.

Menurut laporan, referensi Putin atas ayat Alquran tersebut telah disetujui oleh Erdogan dan Rouhani.

Sejak Maret 2015 Yaman didera konflik berkelanjutan, yang dikenal dengan sebutan perang saudara Yaman.

Dua kubu yang berseteru adalah pihak pendukung pemerintahan Abdrabbuh Mansur Hadi dan sekutu gerakan Islam politik-bersenjata Houthi.

Arab Saudi dan Iran juga terlibat di dalamnya. Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan militer untuk membantu kelompok pendukung Presiden Hadi menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah, yang didukung oleh Iran.

Akibat agresi militer, ditambah dengan blokade laut, selama perang, puluhan ribu orang Yaman tewas, infrastruktur negara hancur, timbul krisis kemanusiaan besar-besaran, dan jutaan orang menghadapi ancaman kelaparan.

Tiga presiden kemudian bertemu di Turki untuk membicarakan perdamaian di Yaman serta situasi Suriah.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA