Dibuat dari Es Balok, Lawan Suhu Panas Jepang Bakal Gunakan Salju Palsu di Olimpiade 2020

Dunia

Senin, 16 September 2019 | 12:00 WIB

190915144524-lawan.jpg

dailymail

Jepang mulai menguji mesin salju yang akan digunakan untuk menurunkan suhu musim panas yang diperkirakan mencapai 95F (35C) saat menjadi host Olimpiade tahun depan. Dikutip dari DailyMail kemarin, sekitar 300 kg salju buatan disemprotkan di atas stan acara kano guna melawan suhu panas dan kelembaban yang tinggi. Salju buatan yangg  terbuat serpihan es dengan air yang disemprotkan ini  dapat mengcover area seluas 15 meter dalam kondisi berangin.

Direktur senior Komite Penyelenggara Tokyo 2020, Taka Okamura mengatakan, “Panitia ingin mencoba semua yang bisa dilakukan untuk mengurangi panas dan ini salah satu ide kami.” Ia menambahkan meski salju palsu ini tak akan menurunkan suhu udara, tapi diharapkan  es yang dihancurkan itu akan membuat mereka yang menonton merasa lebih dingin.

Here comes the snow!

Uji coba dilakukan dengan  memasukkan balok-balok es ke bagian belakang mesin salju yang dipasang di atas truk pada acara kano yang digelar di Tokyo. Hasilnya 300 kg salju cair yang bisa “mendinginkan” 150 sukarelawan selama lima menit.

Selain salju buatan, cara lain yang sudah dicoba di sejumlah acara termasuk menggunakan semprotan uap dingin, tempat istirahat yang teduh atau ber-AC dan distribusi paket air dan es. Okamura menolak  mengatakan berapa biaya untuk menyebar mesin salju di seluruh venue permainan. Ia mengatakan uji coba masih  berlangsung.

Disambut antusias, termasuk juru warta.

Panitia juga menyebut mereka akan memulai nomor maraton pukul 06.00 pagi untuk menghindari terik di tengah hari. Jalan-jalan utama di sebagian besar rute sepanjang 26 mil akan dicat dengan resin yang dirancang untuk memantulkan sinar inframerah dan memangkas suhu hingga 46,4F (8C).

Bulan lalu, kekhawatiran akan suhu panas juga mendorong Uni Triathlon Internasional memperpendek jarak lari kualifikasi di Tokyo untuk Olimpiade pada 24 Juli hingga 9 Agustus.

Disemprotkan dengan air.

Sebelumnya beberapa atlet dayung yang berlaga di Kejuaraan Mendayung Dunia 2019 dirawat akibat  sengatan panas. Karena itu guna mencegah insiden serupa, panitia Olimpiade pun melakukan langkah uji coba yang ternyata mendapat sambutan positif.

Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA